Guru Honorer Mogok, Dindikpora Terapkan Pembelajaran Kelas Rangkap

Senin, 15 Oktober 2018 | 23:25 WIB

Pintu Gerbang di Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gunem tampak dipasangi spanduk yang bertuliskan “Cuti Mengajar / Bekerja, 15/31 Oktober 2018”, pada Senin (15/10/2018). (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menerapkan pembelajaran kelas rangkap.

Hal itu dilakukan sebagai solusi untuk aksi protes kepada pemerintah oleh guru honorer.

Mardi Kepala Dindikpora Rembang menyatakan upaya pembelajaran kelas rangkap adalah solusi jangka pendek yang pihaknya terapkan.

Teknisnya, kepala sekolah dan guru negeri ia arahkan untuk mengajar satu atau dua kelas secara bergantian.

Ia menegaskan, bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berjalan meskipun siswa hanya mendapatkan tugas karena guru honorer yang mengajarnya mogok mengajar.

“Sejauh ini keadaan di sekolah-sekolah masih bisa dikendalikan. Yang penting KBM jangan sampai lumpuh,” tegasnya.

Pihaknya mengklaim, masing-masing kepala sekolah sudah berusaha untuk mendekati guru honorer secara persuasif, namun hasilnya masih nihil. Para guru honorer tetap kukuh mogok mengajar, sebagai bentuk protes.

Mardi mencurigai ada pihak yang menakut-nakuti guru honorer yang ingin tetap mengajar atau tidak ikut protes.

Menurutnya banyak guru honorer yang ingin tetap aktif mengajar dan tidak ikut-ikutan protes.

“Oleh karena itu kami akan segera mengecek dan mendata guru-guru honorer yang mogok mengajar sejak hari ini (15/10/2018),” ungkapnya.

Terkait tuntutan Forum Honorer Indonesia (FHI) Rembang, berkali-kali ia menyampaikan bahwa revisi peraturan seleksi calon pegawai negeri sipil merupakan ranahnya pemerintah pusat.

Pemerintah Daerah dan DPRD Rembang sudah menyampaikan tuntutan FHI Rembang ke Pemerintah Pusat, namun hingga saat ini belum ada hasilnya.

“Berkali-kali kami sampaikan bahwa itu adalah ranah pusat (Pemerintah Pusat, red.),” tandasnya.

Dari pantauan reporter mataairradio.com, di beberapa Kecamatan Gedung Sekolah Dasar (SD) tampak terpasang spanduk yang bertuliskan “Cuti Mengajar/Bekerja, 15/31 Oktober 2018”.

Berdasarkan informasi yang diterima mataairradio.com, dari jumlah guru honorer di Kabupaten Rembang, mayoritas diantaranya mogok mengajar.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan