Guru Honorer di Rembang Mogok Mengajar

Selasa, 16 Oktober 2018 | 00:07 WIB

Guru Honorer di Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) menggelar aksi mogok mengajar selama 17 hari, sejak 15 Oktober 2018 mendatang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Guru Honorer di Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) menggelar aksi mogok mengajar selama 17 hari, sejak 15 Oktober 2018 mendatang.

Aksi tersebut dilakukan karena beberapa tuntutan Forum Honorer Indonesia (FHI) belum dikabulkan oleh Pemerintah Pusat.

Tuntutan tersebut diantaranya, tenaga honorer K2 supaya diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS), revisi pembatasan CPNS maksimal umur 35 tahun, dan segera mendesak penyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ketua FHI Rembang Darji menyebutkan, ada sekitar seribu guru honorer di Rembang pada Senin (15/10/2018) menggelar aksi mogok mengajar.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk ikhtiar supaya pemerintah memperhatikan nasib para guru honorer.

“Apapun hasilnya, gerakan ini adalah kesepakatan guru-guru honorer yang selama ini sudah bekerja dengan ikhlas. Namun pengabdian untuk mencerdaskan bangsa tidak dihargai sama sekali oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, setelah aksi mogok mengajar selesai pada 31 Oktober 2018, para guru honorer akan kembali aktif mengajar seperti biasanya.

“Hampir seribu guru honorer saya yakin akan solid untuk cuti bekerja. Setelah aksi ini (mogok mengajar, red.) selesai, kegiatan mengajar akan kembali normal seperti sebelumnya,” tegasnya.

Darji menyinggung sikap Pemkab Rembang terkait surat edaran yang isinya melarang guru honorer untuk mogok mengajar.

Padahal saat audiensi di DPRD Rembang pihak Dindikpora mendukung sikap FHI untuk menyuarakan aspirasi, akan tetapi saat menjelang aksi mogok mengajar justru ada surat edaran bahwa guru honorer dilarangan mogok mengajar.

“FHI akan tetap mogok mengajar. Terkait Dindikpora akan mencatat guru honorer yang mogok mengajar, monggo silahkan,” pungkasnya.

Ia mengingatkan, bahwa selama ini andil dari guru-guru honorer cukup besar dalam tugas mencerdaskan anak-anak, yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa. Akan tetapi justru kesejahteraannya malah dinafikan oleh pemerintah.

 
Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan