Guru Honorer di Rembang Akhirnya Kembali Mengajar

Rabu, 17 Oktober 2018 | 20:00 WIB

Guru Honorer di Kabupaten Rembang yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) menggelar aksi mogok mengajar selama 17 hari, sejak 15 Oktober 2018 mendatang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Guru Honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indonesia (FHI) Kabupaten Rembang akhirnya mengakhiri aksi mogok mengajar pada Rabu (17/10/2018) pagi.

Padahal rencanan sebelumnya guru-guru honorer tersebut akan mogok selama 17 hari hingga 31 Oktober mendatang.

Ketua FHI Rembang Darji menyatakan bahwa hari ini seluruh guru honorer di kabupaten ini kembali masuk dan mengajar seperti sedia kala.

Keputusan ini diambil pasca adanya mediasi antara FHI Rembang dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang.

Ia menjelaskan, berakhirnya mogok mengajar oleh guru-guru honorer bukan karena takut Bankesra bulan Oktober tidak cair, tetapi murni karena hati hati nurani.

“Hari ini guru honorer Kota Garam sudah masuk semua. Prihatin terhadap anak didik karena kegiatan belajar mengajar di kelas menjadi tidak berjalan normal,” Ujar Darji.

Ia mengatakan, Pihak FHI bersama Pemda Rembang akan terus mengawal hingga Pemerintah Pusat benar-benar mengabulkan tuntutannya.

“Akan terus kami kawal hingga tuntutan kami dikabulkan,” imbuhnya saat dihubungi reporter mataairradio.com.

Tuntutan itu diantaranya adalah supaya tenaga honorer K2 diangkat menjadi CPNS, kemudian merevisi pembatasan CPNS maksimal umur 35 tahun, dan agar segera mendesak penyelesaikan revisi Peraturan Pemerintah (PP) tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Sebelumnya, hampir seribu guru honorer se Kabupaten Rembang mogok mengajar karena tuntutannya diabaikan oleh Pemerintah Pusat.

Mogok mengajar oleh guru-guru honorer pun hanyat berlangsung selama dua hari yaitu pada 15 sampai 16 Oktober kemarin.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dindikpora) Kabupaten Rembang menyampaikan, ada dua konsekuensi jika guru honorer mogok mengajar.

Diantaranya bantuan kesejahteraan (Bankesra) bagi guru honorer pada Bulan Oktober tidak cair dan jika suatu saat ada perekrutan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maka pihak Dindikpora tidak akan memperjuangkannya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan