Guru Honorer di Grobogan Rela Rumahnya Jadi Kelas, Gubernur Jateng Beri Apresiasi

Kamis, 6 Juli 2023 | 18:18 WIB

Gubernur Ganjar saat menyambangi SDN 1 Karangwader di Desa Karangwader, Penawangan, Grobogan, Kamis (15/6/2023). (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng).

GROBOGAN, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat kejutan saat mengecek kondisi bangunan SDN 1 Karangwader, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan, Kamis (15/6/2023). Ia merasa terharu dengan dedikasi warga dan guru yang rela meminjamkan rumahnya untuk dipakai sebagai pengganti ruang kelas, hingga gedung sekolah selesai diperbaiki.

“Kami mendapatkan laporan dari warga melalui Laporgub. Kami ke sini ngecek, ternyata sama Ibu Bupati sudah disiapkan. Jadi Bupati membereskan seluruh fasilitas pendidikan yang kondisinya kurang bagus,” kata Ganjar usai mengecek kondisi SDN 1Karangwader.

Ganjar menjelaskan, dari hasil pengecekan kondisi bangunan sekolah memang sudah tidak layak dan membahayakan. Untuk itu, Ganjar meminta agar sekolah tersebut segera dirobohkan dan dibangun gedung yang baru.

Pembangunan gedung sekolah baru sudah disiapkan oleh Pemkab Grobogan. Apabila diperlukan, Pemprov Jateng juga akan memberikan bantuan untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi masyarakat di Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan.

“Memang kondisi struktur tanahnya miring, maka saya tadi pesan agar segera dibangun, dari APBD perubahan. Nanti kalau kurang ini ada Kepala Dinas Pendidikan (Pemprov Jateng), kami siap bantu. Bupati sudah memprogramkan InsyaAllah tahun depan selesai semuanya. Ini disiapkan dengan baik,” kata Ganjar.

Selama proses pembangunan nanti, kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke rumah beberapa warga setempat. Setidaknya, ada lima rumah yang secara sukarela dipinjamkan sebagai ruang kelas. Hebatnya, dua rumah dipinjamkan oleh seorang guru honorer di SDN 1 Karangwader.

“Kami mengkonfirmasi untuk meyakinkan, karena itu bahaya. Maka saya bilang, segera saja dipindahkan. Alhamdulillah tadi ada tiga warga yang memberikan rumahnya gratis untuk tampungan sementara, agar anak-anak bisa tetap sekolah. Gurunya semangatnya luar biasa. Tadi ada satu kepala sekolah, satu guru PNS, dan satu guru honorer,” katanya.

Menurut Ganjar, apa yang dilakukan oleh guru honorer bernama Riris itu merupakan bentuk dedikasi tanpa batas. Sebagai seorang guru, ia tidak hanya sekadar mengajar, tetapi juga memberikan contoh melalui perbuatan atau tindakan.

“Dia meminjamkan dua rumah lho, katanya satu punya neneknya, satu punya dia diikhlaskan, tentu ini sesuatu yang luar biasa. Dedikasi gurunya tidak hanya berhenti pada dia mengajar, tetapi bagaimana dalam situasi yang sangat darurat ini dia mampu memberikan hartanya, harta miliknya untuk dipakai pendidikan sambil sementara ini nanti dibangun. Mudah-mudahan cepet dibangun agar kita bisa mendapatkan layanan pendidikan yang lebih baik. Karena ini membahayakan,” kata Ganjar. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan