Gudang Kosong, Petani Garam Rembang Masih Sulit Produksi

Jumat, 11 Juli 2014 | 17:36 WIB

tambak-garam

KALIORI, MataAirradio.net – Mayoritas gudang penyimpanan garam milik petani di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang, kini telah kosong. Timbunan garam petani dari hasil panen musim lalu telah dijual, seiring keyakinan sudah akan bisa produksi lagi pada bulan Juli ini.

Namun, hingga Jumat (11/7) pagi, hampir semua petani di wilayah Kecamatan Kaliori, masih berkutat dengan penyiapan meja garam, sebelum diguyuri air untuk kristalisasi garam. Sudarsono, petani garam di Dusun Karangpandan Desa Purworejo menyebut cuaca masih belum normal.

Sejak musim kemarau diyakini datang, dia baru sekali memproduksi garam dan menghasilkan setengah ton saja di lahannya yang 1,5 hektare. Setelah itu, meja garam menjadi kembali lembek, seiring guyuran hujan yang turun relatif sering, akhir-akhir ini. Dia membenarkan gudang kosong, dan belum terisi.

Rasmani, petani garam lainnya di desa setempat juga menyebutkan, tinggal sebagian kecil petani yang menyimpan stok garam di gudang. Jika dihitung kasar, dari sekitar 250 orang petani garam, hanya 10 persen yang masih memiliki timbunan garam. Itu pun tinggal sedikit saja stoknya.

Dia membenarkan pula bahwa tradisi petani garam di desanya, hampir selalu menjual garam yang disimpan di gudang, pada bulan ketujuh atau bulan Juli. Ia menjelaskan, pilihan tersebut dilakukan, karena mayoritas petani yakin, sudah akan bisa memproduksi garam lagi di bulan yang sama.

Namun kenyataannya, cuaca sedang mengalami anomali, sehingga lahan masih basah, sehingga air garam sulit tua dan belum bisa diproduksi. Memang ada akibat berupa kenaikan harga garam. Tetapi kenaikannya relatif tipis karena hanya Rp50 per kilogram dari Rp500 menjadi Rp550.

Kepala Seksi Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang Nurida Andante Islami menyatakan pesimistis produksi garam tahun ini akan melampaui produksi tahun lalu. Dasarnya sederhana, yakni karena luasan lahan garam menyusut akibat pengembangan budidaya udang vannamei.

Total produksi garam pada tahun 2013 lalu hanya sebesar 107.121 ton atau mengalami penurunan sebanyak 79.410 ton, jika dibandingkan produksi tahun 2012. Produksi garam di Kabupaten Rembang diprediksi baru akan maksimal, pada bulan Agustus nanti. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan