Gubuk Bambu Janda Tua Nyaris Ludes Terbakar

Monday, 18 August 2014 | 14:32 WIB
Gubuk bambu milik seorang janda tua di Dusun Sugihan Desa Pulo Kecamatan Rembang, nyaris ludes terbakar pada Senin (18/8). (Foto:Pujianto)

Gubuk bambu milik seorang janda tua di Dusun Sugihan Desa Pulo Kecamatan Rembang, nyaris ludes terbakar pada Senin (18/8). (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Gubuk bambu milik seorang janda tua di Dusun Sugihan Desa Pulo Kecamatan Rembang, nyaris ludes terbakar pada Senin (18/8) sekitar jam setengah sepuluh pagi. Beruntung, kobaran api segera diketahui salah satu tetangga dan berhasil dipadamkan.

Syafii, seorang saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, awalnya dia mendengar suara aneh dari rumah Wakini, yang berada persis di sebelah utara dari rumahnya. Setelah didekati, ternyata bagian dapur rumah Wakini, terbakar dan api telah membubung.

Syafii mengaku segera memanggil warga yang lain, sambil berupaya memadamkan api dengan air sekenanya. Warga yang segera datang membantu akhirnya berhasil menjinakkan api, sebelum merembet ke dua rumah yang mengapitnya secara berdekatan.

Gubuk bambu yang nyaris ludes ini hanya ditempati Wakini yang sudah berumur hampir 90 tahun dan cucu perempuannya yang cacat mental. Saat kejadian Wakini tiduran di emper rumah, sedangkan Maskanah, cucunya yang berusia sekitar 30 tahun, berada di dalam rumah.

Keduanya sedang merebus air. Namun saat ditinggal, diduga api terlalu besar, sehingga menyulut dinding bambu dan terjadi kebakaran. Menurut Syafii, tidak kali ini saja gubuk bambu kediaman Wakini nyaris ludes terbakar. Sudah lima kali ini, rumah Wakini disatroni si jago merah.

Syafii mengusulkan agar keluarga ini dipindah ke lokasi permukiman yang sedikit renggang. Dia khawatir, mereka bakal mengulang keteledorannya. Syafii menegaskan, usulan itu bukan karena tidak suka, tetapi demi keselamatan warga yang lebih banyak.

Kepala Desa Pulo Oni Prastiya mengaku akan membicarakan penanganan pasca-kebakaran rumah keluarga Wakini, termasuk soal pemindahan ke lokasi yang dianggap lebih tepat. Dia juga berencana mengajukan bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk merehabilitasi rumah Wakini. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan