Gubernur Ubah Harga Produk Tambang Galian C di Rembang

Wednesday, 9 August 2017 | 19:17 WIB

Para penambang galian C di Kabupaten Rembang mendapat sosialisasi tentang perubahan harga produk tambang galian C dari Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Tegu Dwi Paryono, Rabu (9/8/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Harga dasar produk tambang galian C mengalami perubahan di Kabupaten Rembang berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Tengah, sehingga disosialisasikan ke para penambang di daerah ini, Rabu (9/8/2017).

Sosialisasi yang digelar di salah satu rumah makan di Rembang Kota ini melibatkan Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono. Isi Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah dijelaskan secara gamblang.

Dalam Keputusan Nomor 543/30 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Patokan Penjualan Mineral Bukan Logan dan Batuan disebutkan ada tujuh daerah yang harga dasar produk tambangnya mengalami perubahan.

Tujuh daerah itu masing-masing adalah Rembang, Blora, Grobogan, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Kota Salatiga, serta Kabupaten Temanggung. Ada 11 komoditas tambang di Rembang yang harga patokannya ditetapkan.

Penetapan berdasarkan surat keputusan tersebut menggunakan satuan kubik. Harga paling tinggi adalah batu gamping untuk semen dan industri yang dipatok sebesar Rp70.000 per meter kubik.

Disusul yang kedua adalah batu gamping dipatok seharga Rp45.000 per meter kubik, sedangkan harga terendah komoditas tambang galian C adalah tanah urug yang hanya dipatok seharga Rp6.000 per meter kubik.

Kepala Bidang Pendapatan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Rembang Romli menjelaskan, sosialisasi penetapan perubahan harga tambang ini sebagai salah satu usaha meningkatkan pendapatan daerah.

Ia berharap, para pelaku tambang yang mengeksploitasi kekayaan daerah semakin memiliki kesadaran melaksanakan kewajiban membayar pajak. Sebab, hingga Agustus ini, target pendapatan daerah dari pajak galian c baru terealisasi 49 persen dari Rp12 miliar.

“Selain sosialisasi harga tambang, kami juga berkoordinasi dengan pelaku tambang untuk menyamakan persepsi membangun daerah. Kami mendorong seluruh pelaku tambang bisa menaati ketertiban sosial,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan