Gubernur Ganjar Hibahkan Rp281 Miliar ke Kanwil Kemenag Jateng

Rabu, 30 Maret 2022 | 15:02 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara simbolis menyerahkan dana hibah kepada Kanwil Kemenag Jateng, dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jateng dengan tema Transformasi Layanan Umat, di Hotel Sunan Solo, Selasa (29/3/2022). (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)


SOLO, mataairradio.com –
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghibahkan Rp281 Miliar kepada Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah. Hibah tersebut untuk bantuan insentif pengajar keagamaan dan BOS Daerah Madrasah Aliyah (MA).

Penyerahan hibah dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jateng dengan tema Transformasi Layanan Umat, di Hotel Sunan Solo, Selasa (29/3/2022). Acara diikuti oleh perwakilan Kanwil Kemenag dari 35 kota kabupaten se Jateng termasuk masing-masing pemuka keagamaan.

“Sebenarnya guru ngaji saya (ngajarin) kalau mau nyumbang itu nggak usah pamer, ini malah dipamerkan. Tapi kalau kita kan transparan karena duitnya rakyat,” seloroh Ganjar membuat suasana ger-geran.

Ganjar berharap bantuan ini menambah semangat para pengajar agama, dalam membangun suasana solidaritas di masyarakat.

“Guru agama, penyuluh agama, itu menjadi sangat penting untuk melakukan moderasi beragama sekaligus membikin rukun dan guyubnya masyarakat,” ujar Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan sertifikat pendidik kepada tujuh orang pengajar agama. Pemberian prestasi ini, kata Ganjar, bisa memotivasi yang lain untuk berpikir lebih luas dalam konteks agama.

“Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah agama itu menarik. Tidak hanya agamanya aja dia bicara olahraga, bicara sains, bicara kompetisi yang sehat, menurut saya itu bagus sekali,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan, inovasi semacam inj menjadi modal untuk membangun kondusifitas jangka panjang.

“Menurut saya ini jadi champion, pionir-pionir yang kita harapkan mempengaruhi yang lain. Nah kontennya bisa macem-macem, oh bagaimana sekolah itu moderat, gimana di sekolah itu tidak ada perundungan,” ujar Ganjar.

Apalagi saat ini, lanjut Ganjar, marak kasus kekerasan anak dan perempuan. Ganjar berharap, penghargaan dalam rapat kerja ini memotivasi dan memberikan semangat untuk menghasilkan rancangan program kerja yang baik.

“Ini motivasi untuk berprestasinya itu ditonjolkan, kalau itu dilakukan maka akan betul-betul menciptakan situasi yang anak-anak  menatap masa depan dengan yakin didampingi guru-guru yang hebat,” tandas Ganjar. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan