Gorong-gorong Ambrol, Warga Bancang Terancam Terisolir

Senin, 28 Desember 2015 | 19:05 WIB
Gorong-gorong jalan penghubung Desa Bancang dengan Dusun Kowang Desa Sale Kecamatan Sale, ambrol, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Gorong-gorong jalan penghubung Desa Bancang dengan Dusun Kowang Desa Sale Kecamatan Sale, ambrol, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

SALE, mataairradio.com – Gorong-gorong jalan penghubung Desa Bancang dengan Dusun Kowang Desa Sale Kecamatan Sale, ambrol.

Warga desa di ujung tenggara Kecamatan Sale itu kini terancam terisolir karena jalan tersebut merupakan akses satu-satunya.

Darsuli, salah satu warga Desa Bancang menuturkan, gorong-gorong itu sudah ambrol lebih dari dua bulan yang lalu, tapi belum ada penanganan sampai dengan Senin (28/12/2015) ini.

“Kami sudah sempat bertanya ke penjabat kepala desa dan dijawab sudah dilaporkan ke dinas terkait,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Dirinya mengaku khawatir akses itu benar-benar putus. Jika hal itu terjadi, maka aktivitas warga akan banyak terhenti dan anak-anak sekolah akan terkendala.

Saat ini, gorong-gorong ambrol sebagian, tapi saluran di bawahnya masih terus dipakai untuk mengalirkan air guna kepentingan irigasi.

“Karena digerus air di bawahnya secara terus menerus, ya rawan ambrol lagi,” tegasnya.

Wahyudi, Penjabat Kepala Desa Bancang mengakui, sudah melapor kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang.

Namun ia mengaku merasa di-“ping-pong”, karena Bidang Jalan dan Jembatan DPU menyebut kerusakan gorong-gorong itu menjadi wewenang Bidang Pengairan.

“Sedangkan ketika kami tanya ke pihak Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air DPU, katanya, penanganan (ambrolnya gorong-gorong jalan) menjadi tugas Bidang Jalan dan Jembatan. Kami jadi bingung,” tandasnya.

Terlepas dari siapa yang berwenang menangani, Wahyudi berharap penanganan gorong-gorong yang ambrol bisa cepat dilakukan.

Menurutnya, jika akses Bancang-Kowang sampai putus akibat gorong-gorong ambrol, warganya akan tidak bisa kemana-mana.

Memang ada akses alternatif, tetapi itu mesti memutar lewat daerah atas dan hanya bisa ditempuh sepeda motor, sehingga disebutnya menyusahkan.

“Kami meminta agar secepatnya diperbaiki,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada DPU Rembang Sigit Widyaksono mengatakan, perbaikan gorong-gorong ambrol di wilayah Desa Mrayun Kecamatan Sale itu, tidak bisa dilakukan pada tahun ini, tetapi kemungkinan pada tahun depan.

“Sudah ada laporan masuk soal itu (kerusakan jalan akibat gorong-gorong ambrol). Tapi penanganannya mungkin baru bisa tahun depan,” katanya.

Namun Sigit tidak bisa memastikan apakah perbaikan gorong-gorong sepanjang sekitar lima meter dan lebar 2,5 meter itu akan dilakukan secara kontraktual atau pemeliharaan rutin.

“Belum tahu model penanganannya. Kami belum menerima dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) SKPD untuk tahun 2016,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan