Politisi Golkar Pimpin Badan Kehormatan DPRD Rembang

Rabu, 15 Oktober 2014 | 13:52 WIB
Rapat Paripurna Penetapan Alat Kelengkapan DPRD Rembang periode 2014-2019, Rabu (15/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)

Rapat Paripurna Penetapan Alat Kelengkapan DPRD Rembang periode 2014-2019, Rabu (15/10/2014) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Politisi Partai Golkar Gatot Paeran terpilih sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Rembang setelah meraih dukungan suara terbanyak dalam rapat paripurna internal di gedung parlemen setempat, Rabu (15/10/2014) siang.

Sebelumnya, pimpinan DPRD menetapkan enam calon anggota badan kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rembang periode 2014-2019; Gatot Paeran (Partai Golkar), Nur Hasyim (PPP), Sholeh (PKB), Edi Kartono (Partai Demokrat), Sumarsih (PDIP), dan Chasanuddin (Gerindra).

Pimpinan DPRD Rembang menggelar vooting atau pengambilan keputusan dengan suara terbanyak, karena Badan Kehormatan diisi oleh hanya lima orang. Melalui mekanisme ini, Chasanudin akhirnya tersingkir karena meraup suara paling sedikit.

Dengan demikian, praktis tidak ada wakil dari Partai Gerindra di Badan Kehormatan DPRD Rembang. Namun politisi dari Gerindra yang duduk di DPRD Rembang, masih mengisi porsi di Badan Musyawarah, Badan Anggaran, dan Badan Legislasi, serta Komisi-komisi.

Rapat paripurna internal beragenda penetapan alat kelengkapan DPRD Rembang periode 2014-2019 dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Gunasih serta didampingi Ridwan dan Bisri Cholil Laquf. Ketua DPRD Majid Kamil absen karena sebuah urusan di Bogor.

Rapat paripurna pun menjadi dihadiri oleh 44 anggota parlemen. Namun tiga orang di antaranya baru hadir setelah rapat usai menetapkan anggota dewan yang masuk di setiap komisi DPRD. Mereka adalah Frida Iriyadi (Nasdem), Mugiharto (Demokrat), dan Sulistyo Weti Ariani (PPP).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan