GMT, Kemenag Rembang Siapkan Puluhan Kacamata Khusus

Kamis, 3 Maret 2016 | 18:08 WIB
Jalur gerhana di Indonesia. (Foto: instagram.com/andresinaga)

Jalur gerhana di Indonesia. (Foto: instagram.com/andresinaga)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Rembang menyiapkan puluhan kacamata khusus bagi masyarakat yang ingin menyaksikan berlangsungnya gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret nanti.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat pada Kantor Kementerian Agama Rembang Mahmudi mengatakan, pihaknya juga menyiapkan 5 unit teropong untuk keperluan tersebut. Menurutnya, jumlah peralatan yang disediakan secara gratis itu, terbatas, sehingga masyarakat nanti mesti bergantian.

Rencananya, 20 kacamata khusus dan 5 teropong itu akan disediakan di kawasan Masjid Agung Rembang sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Mahmudi melarang warga melihat GMT dengan mata telanjang karena bisa mengakibatkan kebutaan.

“Kalau kacamata mungkin bisa sampai 25 yang bisa kita sediakan. Teropongnya ada 5. Kita berikan kesempatan bagi masyarakat untuk memakainya setelah jam 8-an,” terangnya.

Selain menyediakan alat untuk menyaksikan kejadian langka gerhana matahari total, pihak Kemenag Rembang juga akan menggelar doa bersama dan shalat gerhana di Masjid Agung Rembang. Acara tersebut direncanakan berlangsung pada 9 Maret 2016 pukul 06.00 WIB.

Organisasi masyarakat islam seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Rembang dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta jajaran forum komunikasi pimpinan daerah juga dijadwalkan hadir.

Melalui serangkaian kegiatan tersebut, Mahmudi berharap agar masyarakat di Kabupaten Rembang terhindar dari dampak buruk fenomena alam. Pihaknya mengajak masyarakat menyaksikan fenomena langka yang baru akan terjadi lagi di Indonesia pada 300-350 tahun mendatang.

“Kami mengajak masyarakat (muslim) untuk menunaikan shalat gerhana, sekaligus berdoa semoga kita terhindar dari dampak buruk fenomena alam,” tegasnya.

Gerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret 2016 akan melewati 45 kota di 12 provinsi di Indonesia, tetapi tidak termasuk Jawa Tengah. Mahmudi mengakui, GMT tidak terlihat sepenuhnya di Rembang.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan