GMBI: Kami Silaturahmi dan Bawa Proposal ke Kades

Senin, 4 Februari 2019 | 20:33 WIB

Sekretaris GMBI Distrik Rembang Adi Prasetyo dan beberapa anggotanya saat berkunjung ke kantor redaksi MataAir Radio, Senin (4/2/2019) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kabupaten Rembang menolak dianggap sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melakukan pemerasan terhadap beberapa kepala desa di Rembang.

Hal tersebut diketahui saat sebagian anggota GMBI mendatangi Kantor MataAir Radio, pada Senin (4/2/2019) siang, untuk menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya.

Sekretaris GMBI Distrik Rembang Adi Prasetyo menyatakan, bahwa pengurus GMBI yang sah dan terdaftar di Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) setempat atas nama A Uripto selaku ketua dan Sekretaris Adi Prasetyo.

Sedangkan Maulana Sofwan Wakidi merupakan sekretaris GMBI pada struktur kepengurusan yang lama dan belum terdaftar di Kesbangpolimas serta belum memiliki surat keputusan yang sah, sehingga dinilainya tidak dapat memberikan konfirmasi terkait kegiatan LSM GMBI Distrik Rembang.

Ia membantah atas tudingan bahwa pihaknya meminta-minta kepada beberapa kepala desa di Rembang. Terkait pihaknya membawa proposal ke beberapa pihak pemerintah desa, dikarenakan hal itu sesuai dengan peraturan LSM GMBI.

“Jika dibilang GMBI Distrik Rembang ini meminta-minta ke desa, ini juga kita sangkal. Dikarenakan, yaitu kita disana tidak meminta, adapun kita membawa proposal itu memang dibenarkan oleh LSM GMBI.

Kalau masjid, kalau yayasan membawa proposal ke situ, apa salahnya untuk GMBI juga ikutan membawa proposal ke desa,” ujarnya.

Adi menjelaskan, maksud kedatangan yang dilakukan oleh beberapa anggotanya untuk mendatangi beberapa kepala desa merupakan iktikad baik untuk silaturahmi. Melalui silaturahmi tersebut, pihaknya bermaksud untuk memperkenalkan LSM GMBI kepada sejumlah kepala desa.

Pihaknya membenarkan terkait pengajuan proposal kepada sebagian kepala desa yang dilakukan oleh beberapa anggotanya. Proposal tersebut berisi permohonan bantuan untuk pembangunan gedung sekretariat.

Namun dia menolak tudingan Sekretaris Paguyuban Guru Pandawa Purwanto, terkait upaya pemerasan yang dilakukan Anggota GMBI kepada sejumlah kepala desa.

Menurutnya, GMBI merupakan LSM yang bermitra dengan masyarakat dan pemerintah dalam rangka mengawal pembangunan. Pria asal Kragan ini mengklaim, kinerja GMBI sangat membantu masyarakat.

Beberapa kegiatan tersebut diantaranya seperti mengawal program rumah tidak layak huni (RTLH) dan dalam waktu dekat ini pihak GMBI akan mengawal program pendaftaran tanah sistematik lengkap (PTSL) di kabupaten ini.

Jika ada oknum GMBI yang melakukan pemerasan, maka Adi mempersilahkan untuk memfoto dan melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Disitu kita ‘ngirasngirus’ gawe, yang pertama kita memang disitu untuk silaturahim, dalam arti silaturahim mengenalkan LSM GMBI. Yang ke dua kita disitu memang kita membawa proposal kesannya biar pantas. Adapun itu desa mau bantu, tidak mau bantu, ini kantor juga sudah berdiri,” imbuhnya.

Sementara itu, A Uripto Ketua GMBI Distrik Rembang menambahkan bahwa setiap kegiatan GMBI di lapangan pasti dilengkapi dengan surat tugas, sehingga legalitasnya bisa dipertanggung jawabkan.

 

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan