Bendahara Gerindra Rembang Membelot ke Jokowi-JK

Sabtu, 21 Juni 2014 | 16:24 WIB

 

Bendahara Partai Gerindra Kabupaten Rembang Sunarto berorasi pada deklarasi relawan Jokowi-JK di Kantor DPC PDI-Perjuangan, Sabtu (21/6). (Foto:Pujianto)

Bendahara Partai Gerindra Kabupaten Rembang Sunarto berorasi pada deklarasi relawan Jokowi-JK di Kantor DPC PDI-Perjuangan, Sabtu (21/6). (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Bendahara Partai Gerindra Kabupaten Rembang Sunarto membuat keputusan mengejutkan. Pada Pilpres 9 Juli 2014, dia memilih mendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK. Padahal partainya mengusung duet Prabowo-Hatta.

Pernyataan Sunarto ini disampaikan saat deklarasi relawan Jokowi-JK di Kantor DPC PDI-Perjuangan, Sabtu (21/6) siang. Eks Sekretaris Partai Demokrat Kota Surakarta ini menyatakan membelot ke pasangan nomor dua, karena merasa cocok dengan Jokowi.

Menurut alumnus diklat kader angkatan ketujuh Partai Gerindra di Hambalang Jawa Barat ini, Jokowi adalah sosok pribadi sederhana dan merakyat serta bisa dijadikan contoh dan bukan pemimpin yang arogan. Sunarto pun mengklaim, 12 PAC Gerindra mengikuti langkahnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Rembang Sumartono menyatakan, Sunarto sudah bukan lagi Bendahara Partai Gerindra Kabupaten. Sunarto juga bukan lagi kader partai yang dibesarkan Prabowo ini.

Sumartono memilih membiarkan saja klaim dari Sunarto. Baginya, mereka yang membelot dari keputusan partai, otomatis langsung dicabut keanggotaan partainya. Dia juga memastikan klaim tersebut tidak berpengaruh terhadap internal Partai Gerindra di Rembang.

Mengenai klaim bahwa pilihan Sunarto juga diikuti oleh 12 PAC Gerindra, Sumartono kembali membantah. Menurutnya, semua PAC masih loyal pada partai. Dia berbalik tanya kepada Sunarto, yang dimaksud PAC yang mana. Aksi Sunarto ini dituding hanya untuk “uang”.

Ketua Pengurus Anak Cabang atau PAC Partai Gerindra Kecamatan Pancur Puji Santoso juga mementahkan klaim Sunarto. Menurut caleg yang terpilih dari Daerah Pemilihan Lasem-Pancur ini, sejumlah PAC masih berkomitmen memenangkan Prabowo-Hatta. Klaim Sunarto ini disebutnya “ngaya wara” alias mengada-ada. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan