Gerai Batik di Lasem Festival Sepi Peminat

Sabtu, 18 November 2017 | 17:28 WIB

Anam, seorang pemilik gerai penjualan batik tulis lasem di ajang Lasem Festival menggelar hasil karyanya yang dihargai Rp3,5 juta, Sabtu (18/11/2017). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

LASEM, mataairradio.com – Gerai batik tulis di acara Lasem Festival yang berlokasi di ruang terbuka hijau (RTH) Dasun Kecamatan Lasem sepi peminat.

Padahal, jumlah gerai batik tulis di acara itu, hanya satu unit. Para pengunjung festival itu lebih banyak menyerbu gerai penjualan makanan dan minuman.

Anam, pemilik gerai mengungkapkan, sejak Lasem Festival dibuka pada Rabu (15/11/2017) malam lalu hingga ditutup pada Sabtu (18/11/2017) ini, dagangannya hanya laku empat potong.

Itu pun, menurutnya, merupakan kain batik yang tergolong berharga murah.

“Hanya terjual empat potong Mas, itu pun batik yang tergolong murah. Malah lebih banyak (laku) kalau jual di showroom batik,” terangnya.

Anam menyatakan, memanfaatkan Lasem Festival sebagai ajang promosi karena rata-rata pengunjung berasal dari luar Rembang, dan hanya melihat-lihat kain batik tulis.

“Acara ini bisa jadi promosi sih Mas, karena yang datang banyak dari luar Rembang,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, batik tulis lasem yang dijualnya beraneka ragam harga dan motifnya.

Pada acara Lasem Festival, Anam mengaku menyuguhkan batik tulis dengan harga antara Rp100.000 hingga Rp3,5 juta per lembar.

“Kalau yang murah ini dari kain prima, coraknya sederhana, dan hanya satu warna. Sementara yang mahal, jenis kainnya primis, coraknya rumit, dan banyak warna,” terangnya.

Nadia, salah seorang pengunjung asal Tuban mengaku tertarik dengan acara Lasem Festival, dan ingin melihat-lihat batik tulis lasem.

Ia mengakui, batik tulis lasem merupakan barang bagus, tetapi baginya harganya mahal.

“Bagus-bagus Mas batiknya, tapi mahal-mahal,” katanya.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan