Geoisolator Baru Turun, Dinlutkan Pesimistis Capai Target

Rabu, 14 Oktober 2015 | 18:14 WIB
Petani garam di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

Petani garam di Kabupaten Rembang. (Foto:Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang pesimistis akan mampu mencapai target produksi garam kualitas pertama sebanyak 160 ribu ton dari program pemberdayaan usaha garam rakyat (Pugar) tahun 2015.

Menurut PPK Pugar 2015 pada Dinas Kelautan dan Perikanan Rembang Nurida Andante Islami, kesulitan mencapai target tersebut karena para petambak sasaran pugar, baru menerima geoisolator secara total pada 15, 19, dan 21 Oktober nanti.

“Sementara musim kemarau segera habis. Prakiraan BMKG, November nanti sudah mulai hujan,” katanya kepada mataairradio.

Tetapi meskipun geoisolator terlambat diterima, Dante menyatakan akan menyambung nota kesepahaman pembelian garam kualitas pertama dari petani dengan PT Garam dan PT Susanti Mega.

“Namun, untuk kepentingan penyambungan MoU tersebut, koperasi petani mesti siap dulu. Dulu kita pernah kerjasama dengan PT Susanti, tapi tidak lama. Ini nanti kita undang lagi ke Rembang,” terangnya.

Mengenai pengiriman 4.300 gulung geoisolator mulai tanggal 15 Oktober ini, akan diampirkan di gudang milik Ketua Klaster Garam Rembang, Rasmani, di Desa Purworejo Kecamatan Kaliori.

“Di gudang itu, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan, akan memeriksa kesesuaian antara barang yang dikirim dengan surat perintah kerja,” jelasnya.

Setelah dinyatakan sesuai, geoisolator itu akan didistribusikan kepada para petambak. Rabu (14/10/2015) ini, tenaga pendamping para petani garam sedang melakukan identifikasi di lapangan.

“Identifikasi itu untuk mengetahui, mana-mana tambak yang sudah siap dipasangi geoisolator,” bebernya.

Menurut Dante, meski musim kemarau tersisa sekitar satu bulan seperti prakiraan BMKG, tetapi petani garam tetap diminta untuk memasang geoisolator yang diterima.

“Ya mesti dipasang. Sebab kami akan dimintai pertanggungjawaban oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kami juga ada dana yang mesti kami keluarkan untuk pemasangan geoisolator,” tandasnya.

Di Kabupaten Rembang, Pugar 2015 akan dinikmati oleh 336 petambak yang tergabung dalam 35 kelompok usaha garam rakyat atau Kugar.

“Luasan lahan tambak yang digarap dengan Pugar mencapai 690 hektare, dengan target produksi 160.000 ton,” katanya.

Tahun lalu, total produksi garam di Rembang hanya 140.000 ton. Saat ini, harga garam yang diproduksi dengan media geoisolator mencapai Rp500 per kilogram, sehingga terbilang lumayan.

“Geoisolator yang kini dipakai dan membuahkan hasil itu adalah bekas pemakaian tahun lalu,” pungkasnya.

 
Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan