Garam Impor Masuk, Harga Garam Lokal Anjlok

Monday, 14 August 2017 | 18:28 WIB

Seorang petani di Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang sedang memanen garam di tambak yang digarapnya, baru-baru ini. (Foto: Pujianto)

 

LASEM, mataairradio.com – Harga garam di Kabupaten Rembang mengalami penurunan secara drastis sejak garam impor berasal Australia memasuki Indonesia pada Kamis (10/8/2017) lalu.

Dadiono, salah seorang petani garam asal Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem menyebutkan, harga garam saat ini mengalami penurun sebesar Rp2.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp3.800.

Menurutnya, garam impor dari Australia itu diduga masuk ke daerah termasuk di Kabupaten Rembang.

“Selain itu, turunnya harga garam lokal juga dipengaruhi oleh sudah mulai berlangsungnya panen garam di Kabupaten Rembang, sehingga pasokan garam di daerah berangsur normal,” katanya kepada mataairradio.com melalui wawancara per sambungan telepon, Senin (14/8/2017) petang.

Saat sekarang, dirinya sudah panen sebanyak 48 ton garam dari luasan empat hektare lahan tambak.

Ia memproduksi garam dengan media geoisolator atau terpal sebagai mejanan tambak.

Namun meskipun telah panen, gudang penyimpanan garamnya masih kosong lantaran tiap kali panen langsung dijual.

“Alhamdulillah beberapa hari cuaca panas, petani banyak yang sudah panen. Begitu panen nggak sempat disimpan di gudang, tapi langsung jual,” imbuhnya.

Hendro, petani lain di Desa Dresi Kulon Kecamatan Kaliori menyebutkan, harga garam hasil produksi dengan media geoisolator sebesar Rp1.900 per Kilogram, sedangkan harga garam yang hasil produksi mejanan tanah sebesar Rp1.700 per Kilogram.

“Harga itu sudah berlaku sejak seminggu lalu. Kamis (10/8/2017) lalu, saya menjual garam dengan harga Rp1.700 per kilogram,” bebernya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan