Gara-gara Korupsi, Tingkat Surplus UPK Sumber Turun

Senin, 6 Juli 2015 | 17:00 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan bantuan secara simbolis dana sosial UPK Sumber kepada warga yang membutuhkan. (Foto: mataairradio.com)

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyerahkan bantuan secara simbolis dana sosial UPK Sumber kepada warga yang membutuhkan. (Foto: mataairradio.com)

 


SUMBER, mataairradio.com –
Kasus korupsi dana simpan pinjam yang membelit UPK PNPM Sumber diketahui berpengaruh terhadap tingkat surplus pada kinerja satu tahun. Tahun 2014, dari aset Rp5,7 miliar surplusnya Rp872,9 juta. Sementara tahun 2013, dari aset Rp4,4 miliar, surplusnya Rp735,6 juta.

Ketua Badan Pengawas UPK Sumber Gunanto mengaku sudah mendatangi Bapermades Jawa Tengah agar tanggungan dana pinjaman yang dikorupsi segera dihapus. Alasannya, dua pelaku korupsi dana simpan pinjam itu kini sudah dijatuhi hukuman penjara dan denda serta wajib membayar uang penggantinya.

“Saya sudah menghadap ke Pak Adi di Bapermades Jateng di Semarang. Intinya, kami minta agar tanggungan dana pinjaman yang disimpangkan agar dihapus. Kalau dibiarkan akan menjadi variabel pengurang surplus. Kalau dihapus kan surplusnya maksimal untuk masyarakat,” terangnya kepada mataairradio.

Senin (6/7/2015) pagi, UPK Sumber membagikan Rp84 juta dana sosial kepada warga yang membutuhkan. Dana itu diambilkan dari surplus. Selain untuk dana sosial, surplus juga dipakai untuk cadangan modal bersih Rp422 juta, modal Rp211 juta, dana kelembagaan Rp126 juta, dan bonus UPK Rp17 juta.

Menurut Gunanto, terlepas dari tingkat surplus yang terganggu tanggungan dana pinjaman yang dikorupsi, perkembangan aset simpan pinjam di UPK-nya naik menjadi Rp5,7 miliar pada tahun 2014. Sejak kasus korupsi itu ditangani serius oleh penegak hukum, kinerja kredit diklaim menjadi kian lancar.

“Memang dampak dari proses hukum terhadap penyimpang dana simpan pinjam, tingkat kredit tidak lancar menjadi berkurang. Ini saja sampai dengan Juli, surplus sudah sampai di angka Rp500 juta,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang Slamet Haryanto menyebutkan, aset dana simpan pinjam yang dikelola perempuan (SPP) telah mencapai Rp67,5 miliar.

Dari perputaran dana tersebut, tahun ini, pendapatan atau surplusnya mencapai Rp13,8 miliar. Dari pendapatan itu, yang dipakai untuk dana sosial tembus Rp1 miliar. Menurut Slamet, dari tahun ke tahun, baik secara aset maupun tingkat pendapatannya, terjadi peningkatan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan