Ganjar Dijadwalkan Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Ansor

Minggu, 12 Oktober 2014 | 19:37 WIB
Sumarsono Sugeng, Ketua PC Ansor Rembang. (Foto:Wahyu)

Sumarsono Sugeng, Ketua PC Ansor Rembang. (Foto:Wahyu)

 

REMBANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dijadwalkan hadir di acara pelantikan pengurus wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jateng yang digelar di Pesantren Raudlatut Thalibin Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang, Senin (13/10/2014) malam.

“Kita mengundang Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo, red.) di pelantikan PW GP Ansor besok (13/10/2014) malam,” ungkap Ketua PC (Pengurus Cabang) Gerakan Pemuda Ansor Rembang Sumarsono Sugeng di kompleks Pesantren Raudlatut Thalibin, Minggu (12/10/2014) siang.

Sejumlah tokoh kyai sepuh dan pengurus teras Ansor di tingkat Pusat juga direncanakan hadir. Pihak Ansor juga mengundang “stakeholder” dari unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.

“Para kyai sepuh, pejabat pemerintah di daerah, dan sejumlah tokoh masyarakat kami undang pula,” imbuhnya.

Mengenai dipilihnya pesantren sebagai lokasi untuk pelantikan pengurus baru di tingkat PW GP Ansor, Sumarsono mengungkapkan bahwa sudah menjadi kesepakatan Ansor kembali ke pesantren, sebagaimana tradisi dahulu dimana gerakan pemuda ini dilahirkan.

“Rapat di PW Ansor memilih pesantren ini sebagai tempat istimewa untuk pelantikan pengurus Ansor tingkat Jawa Tengah. (Kenapa dipilih pesantren?) ya karena sudah menjadi kesepakatan bahwa Ansor kembali pesantren seperti tradisi dulu Ansor dilahirkan. Itu alasan dominan,” pungkasnya.

Ikhawanudin yang Ketua PC Ansor Batang, terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah menggantikan Jabir Alfaruqi yang habis masa khidmatnya. Pada Konferensi Wilayah Gerakan Pemuda Ansor di Wonosobo, Ikhwanudin meraup suara terbanyak dari 295 pemilik suara terverifikasi.

 

Penulis: Wahyu Salvana
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan