Ganjar Soroti Peran Kaum Muda Rembang pada Pertanian

Jumat, 9 Mei 2014 | 14:49 WIB
Ganjar Pranowo usai memberi sambutan pada seminar yang bertajuk Peran Kaum Muda Dalam Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Anak di Balai Kartini Rembang, Jumat (9/5) pagi, (Foto:Rif)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (baju putih) seusai memberi sambutan pada seminar yang bertajuk Peran Kaum Muda Dalam Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Anak di Balai Kartini Rembang, Jumat (9/5) pagi, (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyoroti peran kaum muda di Rembang di dunia pertanian. Menurut Ganjar, kaum muda kebanyakan, masih terjebak pada gengsi dan kesan sebagai pekerja kasar jika harus bergulat pada pertanian. Sementara di sisi lain, sebagian dari kaum muda justru lebih bangga menjadi buruh atau bahkan kuli bangunan di kota. Ada pula yang sampai meninggalkan Negaranya untuk menjadi tenaga kerja Indonesia. Ganjar mengakui, angka pengangguran di Jawa Tengah masih cukup tinggi atau mencapai empat juta orang. Dia berharap, kaum muda di Rembang berdaya di desa sendiri, melalui usaha kerajinan atau pertanian kreatif dan modern.

Pada seminar yang bertajuk Peran Kaum Muda Dalam Pemberdayaan Ekonomi dan Perlindungan Anak di Balai Kartini Rembang, Jumat (9/5) pagi, Ganjar juga mendapat laporan dari pemuda tani terkait kelangkaan pupuk di sejumlah kecamatan di Rembang. Mulanya, Ganjar membeber aktivitasnya yang Senin dan Selasa aktif di kantor, dan berkeliling ke sejumlah daerah pada setiap Rabu hingga Jumat. Gubernur lantas mengungkapkan baru saja selesai menangani kelangkaan pupuk yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Saat menanyakan apakah ada kelangkaan pupuk di Rembang, puluhan orang mengacungkan jari tanda ada kelangkaan. Di antaranya di Bulu, Sulang, Kaliori, Sedan, dan Sarang. Ganjar meminta warga melapor kepada dinas pertanian kabupaten atau kalau perlu ke dirinya langsung, jika kelangkaan berlanjut.

Seusai menjadi pembicara kunci di seminar tersebut, Ganjar tidak langsung meluncur ke kediaman KH Maimoen Zubair, sebagaimana jadwal. Gubernur yang juga politisi PDI Perjuangan ini, melakukan inspeksi mendadak ke salah satu gudang distributor pupuk di bilangan Jalan Blora selatan Polres Rembang. (Pujianto)




One comment
  1. adi

    Mei 9, 2014 at 3:28 pm

    ora usah dodolan Gunung Karst mergo 70% masyarakat rembang masih menggantungkan hidupnya di pertanian. ini sekaligus penegasan sikap ganjar terhadap kekonyolan pendirian pabrik SG di rembang yang penuh Akal-akalan dan Korupsi baik mulai, Perda RTRW, AMdal dan ijin prinsip pendirian. Birokrat Nakal, ADM Korup, Kades Suka SUap dan LSM bejat yang bau membahu membohongi rakyat mensuksekan Pengrusakan hutan dan pengahuncuran Gunung Karst sebagai sumber utama mata air untuk pertanian dan pelayanan Air Bersih PDAM…

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan