Ganjar Mengamuk Saat Inspeksi di Gudang Pupuk Rembang

Jumat, 9 Mei 2014 | 15:28 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar didampingi Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan inspeksi mendadak di Gudang Pupuk Petrokimia di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (9/5) siang. (Foto: Pujianto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar didampingi Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan inspeksi mendadak di Gudang Pupuk Petrokimia di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (9/5) siang. (Foto: Pujianto)

LASEM, MataAirRadio.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengamuk saat melakukan inspeksi mendadak di gudang pupuk PT Petrokimia Gresik (Persero) di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (9/5) siang.

Awalnya, Ganjar menginspeksi gudang pupuk milik distributor CV Yunita Jaya di bilangan Jalan Rembang-Blora, selatan Polres Rembang. Di gudang itu, Gubernur menanyakan kepada dua orang karyawan, kenapa bangunan yang mestinya untuk menyetok pupuk itu kosong.

Dua perempuan itu lantas menjawab pupuknya dititipkan di Gudang Petrokimia di Dorokandang, Lasem. Sebab, gudang mereka sudah satu tahun ini direnovasi. Ganjar ditemani rombongan segera bergegas ke Lasem.

Di gudang ini, Ganjar langsung mengonfirmasi keterangan karyawan CV Yunita ini kepada Kepala Gudang. Namun sang kepala tidak banyak memberikan keterangan. Ganjar meminta kontak Supervisor Petrokimia Wilayah Pati, Haryanto dan meneleponnya.

Kepada Haryanto, Gubernur meminta agar segera dilakukan penertiban. Setiap distributor harus memiliki gudang sendiri agar mereka tidak menjadi makelar pupuk sehingga membebani petani dan memundurkan jatah waktu pemupukan.

Seusai mengontak Haryanto, Ganjar yang saat inspeksi mengenakan setelan baju lengan pendek warna putih mengatakan, memang pihak gudang Petrokimia menyatakan tidak ada jatah pupuk yang dititipkan oleh distributor.

Namun ketika jatah order pupuk distributor misalnya seratus ton, namun diambil bertahap per 10 ton, Ganjar menyebutnya sama saja titip. Jika hal yang demikian dibiarkan, maka sama saja memberikan ruang kepada distributor untuk menjadi makelar.

Kondisi yang seperti itu juga memberikan kesempatan kepada distributor untuk tidak segera memiliki gudang dengan kapasitas sebagaimana jatah order. Menurutnya dalam keadaan tertentu, kondisi tersebut bisa mengakibatkan pasokan ke tingkat pengecer akan telat pula.

Sebenarnya kelangkaan pupuk di Rembang sudah hampir lewat. Sebab sebagian petani sudah melalui fase pemupukan. Namun langkah ini oleh Ganjar disebut penting, agar tidak lagi terjadi kelangkaan pupuk di masa mendatang.

Gubernur Jawa Tengah datang ke Rembang tidak semata untuk melakukan inspeksi pupuk. Sebelumnya, politisi PDI Perjuangan ini menjadi pembicara kunci di seminar bertajuk pemberdayaan ekonomi kaum muda dan perlindungan anak di Balai Kartini Rembang.

Dalam lawatan kali ini, suami Siti Atiqoh itu juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke kediaman KH Maimoen Zubair di Karangmangu Kecamatan Sarang. Ganjar juga sempat mengecek situasi di RSUD dr R Soetrasno Rembang sebelum bertolak kembali ke Semarang, seusai Asar. (Pujianto)




5 comments
  1. endah

    Mei 9, 2014 at 4:14 pm

    semenjak kroni salim, dimana keponakan jadi pejabat yang ngurusi pupuk di dinas pertanian, Pupuk Rembang ada dikuasa Mafia.. Mafia pupuk ini raksasa di rembang. Karena melibatkan orang dalam dan LSM dan Penguasa Besar.. Gubernur Ganjar harus serius menindak lanjuti kasus ini.. karena Mafia pupuk sudah mendarah daging bersinergi secara lintas sektoral dengan Mafia lainnya seperti Mafia Tebu, Mafia harga gabah, mafia proyek, mafia Pabrik Semen dll… Ganjar harus mmemperlakukan pendampingan dan pengawasan khusus terhadap birokrasi dan pemerintahan Rembang pasca ditahannya Salim sebagai Koruptor Pengusaha terkuat ala Fir’aun di Rembang.. REMBANG DARURAT KORUPSI!!!

    Reply
    • Kebun

      Mei 9, 2014 at 7:28 pm

      @endah: yang sampeyan maksud pejabat dinas pertanian siapa ya? Mohon infonya biar bisa ditindaklanjuti. Makasih.

      Reply
  2. BERTRAND

    Mei 10, 2014 at 11:17 am

    Petani ora usah do tandur ben do kalilren kabeh wong rembang,,pupuk wae kok digawe angel,,,,,dikorupsi sisan,,!!!!!!wes,,wes,,,ajuuuuurr rembang,,

    Reply
  3. mbah guru

    Mei 10, 2014 at 7:54 pm

    Sejak Salim berkuasa soal pupuk menjadi ajang bisnis pembuat kebijakan di dinas terkait di Rembang ,Ayo segra dibenahi demi kemajuan masyarakat Rembang menuju Swasembada pangan.

    Reply
  4. OZZA

    Mei 18, 2014 at 7:37 pm

    ganjar sipppppp…………… lanjutkan. aku suka gayamu pak.

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan