Ganjar Kritik Minimnya Kesadaran Pedagang Jaga Kebersihan

Kamis, 2 Juli 2015 | 17:22 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi salah satu pedagang di Pasar Rembang, Kamis (2/7/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mengunjungi salah satu pedagang di Pasar Rembang, Kamis (2/7/2015) siang. (Foto: mataairradio.com)

 
REMBANG, mataairradio.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengkritik minimnya kesadaran pedagang dalam menjaga kebersihan. Kritikan itu diungkapkan Ganjar setelah menjumpai banyak sawang di lapak pedagang saat mengunjungi Pasar Rembang, Kamis (2/7/2015) siang.

Ganjar mengajak pedagang untuk melakukan gerakan kebersihan. Pedagang tak perlu malu, karena mereka bisa membentuk paguyuban. Tetapi pedagang berdalih sudah pasrah kepada tukang sapu. Gubernur pun sempat mempertanyakan pengelolaan drainase di pasar tersebut saat selokan tertutup.

“Umpama warga, ting pasar mriki dikon resik-resik gelem ora? Nek nggone dewe-dewe wae. Gawe paguyuban, diresiki bareng-bareng. Sawange diresiki, ben resik. Setuju lho ya? Iki nek udan opo ora banjir? Selokane ditutupi ngene,” ujar Ganjar menggunakan bahasa Jawa.

Seusai melakukan inspeksi selama kira-kira setengah jam, Ganjar menyebut harga-harga kebutuhan pokok masih relatif stabil. Pasokannya pun terbilang aman, karena kebutuhan masyarakat masih bisa dipenuhi. Memang harga kebutuhan seperti cabai serta bawang merah dan putih, naik, tetapi terkendali.

Pergerakan konsumsi justru terjadi pada pakaian, sehingga harganya mulai naik. Tetapi pedagang sudah mengantisipasi peningkatan konsumsi mendekati Lebaran dengan menambah stok. Khusus harga sembako, kemungkinan baru bergerak naik pada sepekan menjelang Lebaran.

“Harga kalau kita lihat relatif stabil. Pergerakan untuk konsumsi, lebih banyak ke pakaian. Dari sisi pasokan (kebutuhan pokok), juga bagus. Dugaan saya, jelang Lebaran ada permintaan konsumsi. Soalnya pedagang tadi sudah siap-siap (menambah stok),” terangnya.

Sebelum blusukan di Pasar Rembang, Gubernur juga mengunjungi Jembatan Timbang Sarang. Di jembatan perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur itu, Ganjar meminta agar kamera pengintai atau CCTV pemantau muatan kendaraan diperbaiki.

Kamera yang terpasang di tiang timbang tidak mengarah langsung ke kendaraan, tetapi cenderung ke arah tembok, sehingga pengawasannya menjadi tidak maksimal. Gubernur juga sempat meminta kepada salah satu pemilik tanah, agar mengikhlaskan lahannya untuk kepentingan jembatan di Pantura Kalipang.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan