Ganggu Kenyamanan, 7 Anak Punk Diamankan Satpol

Kamis, 3 Maret 2016 | 17:54 WIB
Petugas Satpol PP Rembang membina 7 anak punk yang digaruk dari kawasan Tugu Lilin, Kamis (3/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Petugas Satpol PP Rembang membina 7 anak punk yang digaruk dari kawasan Tugu Lilin, Kamis (3/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG,mataairradio.com – Sebanyak 7 anak punk yang satu di antaranya perempuan diamankan oleh aparat Satpol PP Rembang karena dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan di kawasan depan kantor pemerintah kabupaten setempat, Kamis (3/3/2016) pagi.

Mereka diamankan dari area Tugu Lilin yang berada di sebelah timur kantor Bappeda atau depan kantor Pemkab Rembang. Sudarno, Kepala Seksi Penegak Perda Satpol PP Rembang menyebut mereka melanggar Perda Nomor 6 Tahun 1977 tentang Keindahan dan Kenyamanan Tempat Umum.

Sebelumnya, mereka antara lain diketahui meminta-minta serta telah lama menginap dan beristirahat di kawasan Taman Tugu Lilin. Hal ini diadukan juga oleh pihak masyarakat yang resah kepada Pemkab Rembang.

“Mereka kalau malam ngamen di beberapa titik, tapi kalau pagi tidur-tiduran di kawasan Tugu Lilin. Banyak masyarakat yang lapor. Pemodan kami Perda 6 Tahun 1977, sehingga kami tertibkan,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Para anak punk yang diamankan ini, kemudian dibawa ke Markas Satpol PP Rembang untuk didata. Dari hasil pendataan diketahui bahwa 6 orang dari mereka merupakan warga Kabupaten Rembang, sedangkan satu orang lainnya dari Kabupaten Pati.

Mereka yang dari Kabupaten Rembang, berasal dari Kecamatan Kaliori, Gunem, dan Sarang. Menurut Sudarno, mereka yang berasal dari Rembang akan dikembalikan kepada keluarganya setelah dibina. Namun sebelum itu, kepala desa yang bersangkutan akan dipanggil untuk dikonfirmasi.

Setelah penggarukan pagi itu, pihak Satpol PP akan terus menggencarkan razia terhadap para pengemis, gelandangan, dan orang telantar di kota ini. Pasalnya, dalam beberapa minggu terakhir, jumlah PGOT terpantau meningkat, diduga buangan dari luar daerah.

“Mereka kita data. 6 dari Rembang, 1 dari Pati. Kita lepas semua setelah kita bina. Tapi yang dari Rembang, kita panggil dulu kepala desanya untuk kita konfirmasi apakah benar warganya,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang remaja punk mengaku sedang akan berangkat bekerja ke Surabaya, ketika diamankan petugas. Tetapi anak punk itu tidak memberi keterangan secara jelas, mau bekerja apa di Surabaya.

Seorang petugas Satpol PP segera menyanggah keterangannya, karena yang bersangkutan sudah berada di area Tugu Lilin, beberapa hari terakhir. Petugas itu pun mengaku sudah sempat mengingatkan akan menertibkan yang bersangkutan saat bertemu sebelumnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan