Galian Depan Sepanjang Kartini Bikin Sepi Pembeli

Selasa, 14 November 2017 | 15:19 WIB

Para pedagang di sepanjang Jalan Kartini Rembang mengeluhkan proyek pengerukan tanah di depan toko mereka. Proyek galian ini dinilai merugikan para pedagang di tepi ruas tersebut, karena toko mereka menjadi sepi. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Para pedagang di sepanjang Jalan Kartini Rembang mengeluhkan proyek pengerukan tanah di depan toko mereka. Proyek galian ini dinilai merugikan para pedagang di tepi ruas tersebut, karena toko mereka menjadi sepi.

Salah satu pemilik toko herbal di tepi Jalan Kartini, Haji Udin pada Selasa (14/11/2017) mengatakan, pelaksanaan proyek tersebut tidak disertai pemberitahuan terlebih dahulu misalnya melalui surat resmi, supaya dirinya tidak kaget dan bisa melakukan antisipasi.

Menurutnya, proyek ini sepertinya tidak terencana dengan baik. Sebab, ketika dirinya mau konfirmasi tentang proyek itu, para pekerja rata-rata menyatakan tidak tahu menahu siapa yang bertanggung jawab.

“Pada waktu penggalian, saya tanya kepada salah satu pekerja, dan dia menunjuk atasannya. Kemudian saya dekati orang tersebut, dan saya tanya; siapa yang bertanggung jawab proyek ini, dia pun bilang pimpinannya tidak di tempat. Saya merasa dipingpong saat mau klarifikasi,” keluhnya.

Udin juga mengatakan, pembeli di tokonya menjadi sepi sejak ada proyek penggalian tanah yang kabarnya merupakan bagian dari rencana penataan trotoar di ruas tersebut. Ia terpaksa membuat akses darurat dari rangkaian bambu, agar pembeli tetap bisa mencapai tokonya.

“Gak apa-apa Mas, walau kita keluar uang Rp150 ribu untuk buat jalan darurat, daripada toko kita sepi terus. Harapan saya proyek ini bisa selesai paling tidak dua minggu supaya omzet kita seperti kemarin-kemarin. Kalau ditanya berkurang, pasti berkurang omzet kita,” terang pemilik toko obat herbal ini.

Yazid, salah seorang pelanggan toko herbal Haji Udin menyatakan terganggu dengan adanya proyek galian ini.

“Saya jadi malas untuk turun ke toko Pak Udin karena ada galian ini. Kayaknya yang menggarap proyek ini terkesan ngawur karena banyak kabel-kabel yang kena. Mulai dari kabel PDAM dan kayaknya kabel Telkom juga kena. Di seberang jalan sana (timur jalan, red.), lampu penerangan jalan tadi malam mati,” terang warga Kelurahan Sidowayah, Rembang ini.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan