Plt Bupati Rembang Janji Segera Beresi Gaji Pemain PSIR

Selasa, 8 Juli 2014 | 16:00 WIB
Plt Bupati saat menerima kedatangan 17 pemain PSIR di Kantor Bupati Rembang untuk menagih pembayaran gaji mereka yang ditunggak manajemen klub berjuluk Laskar Dampo Awang. (Foto:Pujianto)

Plt Bupati saat menerima kedatangan 17 pemain PSIR di Kantor Bupati Rembang untuk menagih pembayaran gaji mereka yang ditunggak manajemen klub berjuluk Laskar Dampo Awang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz berjanji akan segera memberesi pembayaran tunggakan gaji pemain yang disebut tiga bulan sampai dengan Juli ini. Hafidz menyatakan, pembayaran tunggakan gaji pemain ini sudah akan selesai dalam satu atau dua hari ke depan.

Janji tersebut diungkapkan Plt Bupati saat menerima kedatangan 17 pemain PSIR di Kantor Bupati Rembang untuk menagih pembayaran gaji mereka yang ditunggak manajemen klub berjuluk Laskar Dampo Awang ini. Para pemain datang dengan didampingi ofisial, asisten pelatih, dan manajemen PSIR.

Namun janji dari Plt Bupati ini bersyarat. Sebelum tunggakan gaji diberesi, pihaknya terlebih dahulu meminta komitmen dari semua pemain agar bertahan untuk menuntaskan kompetisi musim ini. Hafidz berharap agar semua pemain menatap ke depan, menyelamatkan PSIR dari zona degradasi.

Selain gaji, Plt Bupati berjanji untuk memikirkan persoalan gizi atau konsumsi pemain. Hanya saja, Hafidz menekankan, apa yang dilakukannya ini bukan atas nama Pemkab Rembang dan Plt Bupati, melainkan atas nama pribadi sebagai orang yang peduli dengan PSIR.

Kapten Tim PSIR Christian Lenglolo menyatakan semua pemain tetap bersemangat latihan, meski ada persoalan terkait pembayaran gaji pemain. Menurut dia, latihan dilakukan tiga kali dalam seminggu atau setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat.

Dalam kesempatan itu pun, Lenglolo memberikan klarifikasi terkait dengan tudingan sebagian kalangan yang menyebutnya sebagai provokator di tim. Dia bersumpah atas nama anaknya yang baru lahir, bahwa semua pemain PSIR masih kompak dan tidak ada provokasi sehingga mereka menuntut gaji mereka.

Diberitakan sebelumnya, persoalan tuntutan pembayaran tunggakan gaji pemain mulai mencuat sebelum laga kandang terakhir menjelang jeda kompetisi melawan Persipur Purwodadi. Saat itu, manajemen berjanji memberesi gaji mereka pada 20 Juni lalu, setelah sebelumnya manajemen memberi bon gaji satu juta rupiah.

Namun janji tersebut meleset. Hingga tanggal yang ditentukan, manajemen belum juga membayar tunggakan gaji pemain dengan alasan masih menanti janji komitmen dari Plt Bupati. Mereka kembali dijanjikan pada 4 Juli 2014 untuk bertemu Plt Bupati, guna mendengar langsung tanggapan Abdul Hafidz.

Hanya saja, tanggal 4 Juli kemarin, Plt Bupati sibuk dengan rapat dan karena bertepatan dengan hari Jumat, para pemain memilih menunda pertemuan pada Selasa (8/7) ini setelah mendapat konfirmasi jadwal sela Abdul Hafidz dari ajudannya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan