Jatuh Tempo, Gaji Pemain PSIR Dicicil

Jumat, 20 Juni 2014 | 18:12 WIB
Manajer PSIR Siswanto. (Foto:Pujianto)

Manajer PSIR Siswanto. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Janji manajemen untuk membayar tunggakan dua bulan gaji pemain PSIR Rembang jatuh tempo pada Jumat 20 Juni 2014. Namun Manajer PSIR Siswanto akhirnya hanya membayar satu dari dua bulan tunggakan gaji pemain.

Menurut manajer, komitmen Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz untuk membantu kelangsungan PSIR, setidaknya hingga akhir musim, mulai dibuktikan. Dia menjelaskan, nilai bantuan sementara dari Plt Bupati, disebut hanya cukup untuk membayar satu bulan gaji pemain.

Namun para pemain menghendaki pembayaran dua bulan tunggakan gaji sekaligus, maksimal tanggal 4 Juli 2014. Khusus untuk pemain luar daerah, pembayaran satu bulan gaji telah ditransfer langsung ke rekening pribadi yang bersangkutan.

Disinggung mengenai gaji pemain untuk bulan Juni, Siswanto belum membuat keputusan. Apakah pemain tetap digaji walaupun libur selama satu bulan atau tidak, Siswanto mengaku perlu membicarakannya lebih dulu dengan unsur manajemen yang lain.

Mestinya, karena klub ini telah menjadi profesional, maka para pemain merupakan aset yang tetap perlu dijaga dan dipelihara, salah satunya melalui pemenuhan hak seperti gaji rutin. Sebab meskipun libur, mereka tetap merupakan pemain PSIR.

Dalam kesempatan itu, Siswanto pun membantah kabar yang menyebut bahwa PSIR memiliki tunggakan empat bulan gaji kepada pemain asing Kande Lansana. Dia mengklaim, tidak ada satu pun pemain yang tidak dibayarkan haknya, begitu kompetisi musim lalu selesai.

Sementara itu, salah seorang pemain PSIR yang enggan disebutkan namanya mengaku menyesalkan melesetnya komitmen manajemen. Dia mengaku sudah sabar menanti janji manajemen yang akan melakukan pembayaran dua bulan gaji untuk para pemain pada 20 Juni ini.

Pemain ini juga mengaku telah cukup banyak berkorban untuk PSIR dengan rela dibayar murah. Mestinya, manajemen berupaya memberi gaji rutin tiap bulan karena hanya dari PSIR mereka menggantungkan hidup. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan