Gagal Seleksi, Tenaga Honorer RS Mundur Lebih Awal

Sabtu, 28 Februari 2015 | 17:10 WIB
Ketua Tim Rekrutmen Calon Pegawai Non-PNS RSUD dr Soetrasno Rembang Abdullah Zawawi saat mengumumkan hasil seleksi akhir di Ruang Asisten III Sekda, Jumat (27/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Ketua Tim Rekrutmen Calon Pegawai Non-PNS RSUD dr Soetrasno Rembang Abdullah Zawawi saat mengumumkan hasil seleksi akhir di Ruang Asisten III Sekda, Jumat (27/2/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian tenaga honorer pada RSUD dr R Soetrasno mengundurkan diri lebih awal dari pekerjaannya setelah gagal dalam seleksi pegawai tetap yang hasilnya telah diumumkan pada Jumat (27/2/2015) kemarin.

Beberapa di antara mereka semestinya masih bisa bekerja sampai dengan akhir Maret mendatang.

Namun, diduga lantaran malu, ada yang memilih tidak melanjutkan bekerja hingga batas waktu yang ditentukan.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD dr R Soetrasno Giri Saputro mengungkapkan, mereka yang mundur antara lain customer service dan verifikator jaminan kesehatan nasional.

Menurutnya, ada delapan pegawai honorer yang menyatakan mundur mulai Sabtu (28/2/2015) ini.

“Dari delapan yang mundur itu, ada yang memang karena kontraknya habis pada akhir Februari ini,” kata Giri tanpa merinci berapa orang yang memang habis masa kerjanya.

Giri mengaku tidak hafal secara persis jumlah tenaga honorer di instansinya. Yang jelas lebih dari 100 orang.

Dia juga mengaku tidak tahu berapa jumlah tenaga honorer yang berhasil lolos seleksi pegawai tetap.

“Yang pasti, tenaga honorer cleaning service dan keamanan akan tetap dipertahankan. Karena formasi itu tidak turut ditawarkan pada seleksi,” katanya.

Namun soal tenaga magang yang jumlahnya 160 orang, Giri menyebut ada 35 orang yang berhasil lolos seleksi.

Bagi tenaga honorer dan magang yang gagal seleksi lalu mengundurkan diri atau keluar, rumah sakit tidak memberikan pesangon.

“Kalau itu (pesangaon), nggak ada ya. Ketentuan sudah mengatur demikian,” tandasnya.

Pihak rumah sakit mengklaim, meski mereka yang gagal, memilih keluar atau mundur sebelum waktunya, pelayanan rumah sakit tak terganggu.

“Tentang masa orientasi yang hanya satu bulan, itu sudah cukup, terutama bagi perawat dan bidan yang secara keilmuwan dianggap sudah siap kerja,” imbuhnya.

Sebelumnya, Tim Rekrutmen Pegawai Non-PNS RSUD dr R Soetrasno mengumumkan 150 orang yang lolos seleksi.

Tim ahli dari Undip Semarang yang digandeng oleh tim rekrutmen, juga mengumumkan 13 orang sebagai cadangan.

Cadangan ini dipakai jika dari mereka yang lolos ada yang mundur.

Dari 22 formasi yang dibuka lowongannya, lima formasi di antaranya tidak terisi penuh, bahkan ada yang kosong karena tidak ada peserta yang memenuhi syarat.

Pihak rumah sakit belum akan mengisi lagi formasi yang masih ada lowong, dalam waktu dekat. Mereka yang lolos, mulai bekerja 2 Maret nanti.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan