Tim Forensik Polda Jateng Selidiki Kasus Keracunan Kapal Karanganyar

Senin, 4 Agustus 2014 | 13:59 WIB
Sejumlah kapal nelayan sedang diparkir disekitar dermaga Desa Karanganyar.

Sejumlah kapal nelayan sedang diparkir di sekitar dermaga Desa Karanganyar. (Foto:Rif)

KRAGAN, MataAirRadio.net – Tim Forensik Polda Jawa Tengah, Senin (4/8) pagi menyelidiki penyebab tewasnya dua orang anak buah kapal serta kritisnya tiga orang ABK lain di KM Lintas Mulya yang terjadi pada Minggu (3/8) sore kemarin.

Tim yang beranggotakan tiga orang ini dipimpin langsung oleh AKBP Teguh dari Laboratorium Forensik Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Tim identifikasi dari Satreskrim Polres Rembang juga turut mendampingi mereka. Tim Forensik akan menguji penyebab pasti keracunan yang menimpa para ABK.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso kepada MataAir Radio menjelaskan, pengujian oleh Tim Forensik ini cukup penting untuk mengungkap gas jenis apa yang mengakibatkan beberapa ABK keracunan. Hasil kerja Tim Forensik akan ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas sektor di Rembang.

Sementara itu, tiga orang ABK yang kritis, hingga Senin (4/8) siang masih dirawat intensif di RSUD dr R Soetrasno Rembang. Pihak rumah sakit mengaku akan bekerja maksimal untuk merawat korban keracunan tersebut.

Kepala Bidang Pengembangan dan Informasi RSUD Giri Saputro menyatakan, setelah dilakukan perawatan, kondisi kesehatan ketiga korban berangsur pulih. Dua korban di antaranya, yakni Suroso dan Budi Riswanto yang dirawat di Ruang HND bahkan telah membaik.

Namun untuk korban atas nama Jamiri, pihak rumah sakit menyebutnya masih membutuhkan perawatan lebih intensif di ICU akibat kondisi fisik lemah dan masih belum sadar. Giri belum tahu tentang pembiayaan ketiga pasien tersebut, apakah ditanggung pemilik kapal, BPJS, atau dibiayai secara mandiri.

Diberitakan sebelumnya, dua orang tewas dan empat orang lainnya harus dilarikan ke unit layanan kesehatan, setelah diduga keracunan gas dari dalam petak atau lubang bekas penyimpanan ikan di KM milik Haji Rebi yang sedang parkir di Pantai Karanganyar Kecamatan Kragan.

25 ABK bermaksud membersihkan petak kapal setelah ikan muatannya dibongkar dan dilelang. Dua korban tewas masing-masing Abdul Arif (25), warga Desa Karangharjo Kecamatan Kragan dan Muhdi, warga Desa Kalipang Kecamatan Sarang.

Sementara selain Suroso, Budi Riswanto, dan Jamiri, ada satu lagi korban yang sempat keracunan, yakni Supadi (35), warga Desa Kebloran Kecamatan Kragan. Dua korban meninggal telah dimakamkan pada Minggu (3/8) malam. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan