Festival Thong-thong Lek Jadi Ajang Penyeru NKRI

Tuesday, 20 June 2017 | 10:33 WIB

Salah satu grup peserta festival “thong-thong lek” di Kabupaten Rembang pada tahun lalu. (Foto: nurfmrembang.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Festival musik tradisional penggugah sahur, thong-thong lek, akan dipakai sekaligus sebagai ajang penyeru terhadap perlunya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), selain sebagai kegiatan rutin guna pelestarian tradisi di Kabupaten Rembang.

“Saat temu teknik, para peserta sepakat menjadikan festival thong-thong lek ini sebagai ajang untuk juga menyerukan pentingnya menjaga keutuhan NKRI. Nantinya di armada tiap peserta ada lambang Garuda Pancasila,” kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang Mutakin.

Karena sebagai ajang untuk menyerukan perlunya menjaga keutuhan NKRI, menurut Mutakin, pihaknya berjanji akan menindak tegas siapa pun peserta yang kedapatan mengonsumsi minuman keras pada saat pelaksanaan festival karena juga sudah menjadi kesepakatan pada temu teknik kegiatan tersebut.

Festival tahunan ini akan dilangsungkan pada 20 Juni 2017, atau nanti malam mulai pukul 21.00 WIB, dengan start di Perempatan SD Negeri 3, SD Negeri 1 Kutoharjo berjalan menuju Jalan Dr Soetomo. Lalu ke Jalan Kartini, Jalan Pemuda, dan finish di Stadion Krida Rembang.

Jumlah peserta festival musik penggugah sahur tahun 2017, sebanyak 18 grup atau bertambah enam grup apabila dibandingkan dengan kegiatan yang sama pada tahun lalu. Tambahan berasal dari grup thong-thong lek yang sempat absen ikut festival di tahun lalu, namun mendaftar sebagai peserta di tahun ini.

“Start kita jadwalkan pukul 21.00 WIB, karena pemberangkatan menanti Bupati setelah selesai kegiatan rutin salat tarawih di daerah. Maksimal pukul 21.30 WIB, kami targetkan sudah mulai,” ujarnya kepada mataairradio.com, Selasa (20/6/2017) pagi.

Pada festival kali ini, setiap kelompok atau grup peserta thong-thong lek wajib membawakan lagu “Turi-turi Putih versi Nella Kharisma” dan “Ramadan” oleh Opick.

Sementara lagu pilihannya, Kun Anta – Humood Al Khuder edisi kaver gamelan, Tum Hiho Ya Rasulallah (Aldi), A Ba Ta Tsa (The Jenggot), Ngantri ke Surga (Wali Band), Salam 5 Waktu (Wali Band), Ngaku Mukmin-What Do You Mean (Gamelan Cover).

Rabu (21/6/2017) malam, festival akan dilanjutkan dengan pentas panggung atau grand final akan digelar di halaman Stadion Krida Rembang.

Pihak Dinbudpar Kabupaten Rembang akan menentukan pemenang dalam kejuaraan I, II, dan III, serta harapan I, II, dan III.

Juara I, II, dan III berhak atas piala dan uang pembinaan dengan nominal secara urut Rp3,5 juta, Rp3 juta, dan Rp2,5 juta, sedangkan Harapan I, II, dan III berhak atas uang pembinaan yang sama yakni masing-masing Rp1,5 juta. Semua hadiah dipotong pajak enam persen.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan