Fatayat Rembang Bantu Puluhan Paket Sembako Bagi Warga Terdampak Banjir

Jumat, 11 Maret 2022 | 15:06 WIB

Pengurus Cabang atau PC Fatayat NU Rembang, pada Jumat (11/3/2022) pagi memberikan bantuan berupa puluhan paket sembako bagi warga di sejumlah desa di Kecamatan Sumber yang terimbas bencana banjir. (Foto: mataairradio.com)

SUMBER, mataairradio.com – Pengurus Cabang atau PC Fatayat NU Rembang, pada Jumat (11/3/2022) pagi memberikan bantuan berupa puluhan paket sembako bagi warga di sejumlah desa yang terimbas bencana banjir.

Sebelumnya hujan lebat mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Rembang pada Senin (7/3/2022) sore, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah wilayah di Rembang.

Atas peristiwa itu, Ketua PC Fatayat NU Rembang Raabiatul Bisyriyah Sybt mengaku, pihaknya terketuk untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Ia membeberkan, bantuan yang diserahkan berupa sejumlah sembako sebanyak 40 paket, yang masing-masing berisi beras seberat tiga kilogram, mie instan lima bungkus, satu liter minyak goreng, dan gula pasir satu kilogram, atau apabila dirupiahkan senilai Rp85 ribu.

Ning Iyah sapaan akrab Ketua PC Fatayat NU Rembang itu menyebutkan, warga terimbas banjir yang pihaknya bantu berada di tujuh desa di Kecamatan Sumber. Yaitu, Desa Tlogotunggal, Bogorejo, Megulung, Sumber, Bulaksempu, dan Krikilan, serta Desa Kedungtulup.

“Kader Fatayat kami minta untuk senantiasa waspada. Serta secara suka-rela membantu warga di lingkungannya masing-masing bila terjadi bencana. Kami juga mendorong kader Fatayat untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan. Memberi contoh tidak membuang sampah sebarangan, terlebih di selokan-selokan. Minimal kasih contoh keluarga,” tutur putri keempat Gus Mus (KH. A. Mustofa Bisri) itu.

Menurutnya, sejumlah bencana yang baru-baru ini terjadi berkaitan dengan pembangunan tata kota maupun desa yang kurang memperhatikan aspek lingkungan. Maka dari itu, pihaknya menyarankan, supaya seluruh level pemerintahan, mulai dari pemerintah desa, agar dalam melakukan pembangunan lebih memperhatikan aspek keberlangsungan lingkungan.

“Soalnya banjir itu terjadi lagi, setelah 20 tahun yang lalu, berarti ini kan ada kaitannya dengan tata kota atau desa. Masukan untuk pemerintah mulai dari desa sampai ke atas, supaya dalam pembangunan lebih memperhatikan keberlangsungan lingkungan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan