Enam Kecamatan Kehilangan Spanduk Paslon Kepala Daerah

Jumat, 18 September 2015 | 17:56 WIB
Pemasangan APK Spanduk ketiga pasangan calon oleh di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang. (Foto: Pujianto)

Pemasangan APK Spanduk ketiga pasangan calon oleh di Desa Sumbermulyo Kecamatan Sarang. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – 6 dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang tercatat kehilangan sejumlah spanduk kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati, yang belum genap seminggu terpasang. 6 kecamatan itu Sarang, Sulang, Lasem, Kaliori, Gunem, dan Sale.

Satu kecamatan lain, yaitu Sumber, sebenarnya juga sempat kecolongan satu spanduk kampanye, Kamis (17/9/2015) kemarin. Tetapi ditemukan lagi di tepi jalan pada malam harinya. Meski banyak spanduk hilang, Komisioner Divisi Kampanye KPU Rembang M Salam menyatakan belum akan menggantinya.

“Tidak ada ganti. Kita buat APK, dasarnya SK KPU Rembang. SK itu dari hasil kesepakatan KPU dengan tim Kampanye. (Soal kemungkinan diubahnya SK KPU dengan mengubah kesepakatan sehingga ada pengadaan APK lagi karena PKPU mengatur spanduk bisa 2 per desa) Itu belum menjurus,” katanya.

Berdasarkan catatan mataairradio, spanduk kampanye yang hilang dari wilayah Kecamatan Sarang, masing-masing 2 milik pasangan Hafidz-Bayu dan 1 dari pasangan Hamzah-Ridwan. Sementara di Sulang; 1 milik pasangan Hamzah-Ridwan dan 1 di Lasem milik pasangan yang sama.

Sementara di Kaliori, 1 spanduk yang hilang milik pasangan Hafidz-Bayu. Adapun di Gunem, 1 spanduk milik pasangan Sunarto-Kuntum yang hilang dan di Sale, lagi-lagi spanduk milik pasangan Hamzah-Ridwan, hilang 1. Salam mengaku akan merumuskan solusi persoalan spanduk hilang, Sabtu (19/9/2015) ini.

“Kami hanya bisa memonitor keamanan spanduk melalui tim yang kita terjunkan dan lewat PPS. Soal spanduk yang sudah terpasang dan soal spanduk yang hilang, baru akan kita bahas Sabtu (19/9/2015) ini,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Ketua PPK Sumber Gunanto mengungkapkan, spanduk kampanye yang sempat hilang, tetapi ditemukan, adalah milik pasangan Hafidz-Bayu di wilayah Desa Pelemsari. Dia enggan berspekulasi mengenai motif pencurian spanduk, yang akhirnya ditemukan di tepi jalan.

Soal kemungkinan hilangnya spanduk karena permainan politik dari internal tim kampanye sendiri, Gunanto tidak mau mengira-ngira. Tetapi anggapannya, pencurian itu dilakukan oleh oknum warga, yang butuh mendesak seperti untuk menutup bagian rumah yang bolong.

“Kalau politik kayaknya kok nggak. Itu oknum warga yang mungkin butuh untuk tutup bagian rumah yang bolong,” ujarnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan