Empat Pihak Diminta Bahas Nasib PSIR

Senin, 8 Desember 2014 | 17:02 WIB
Pemain PSIR Rembang pada musim lalu. (Foto:Rif)

Pemain PSIR Rembang pada musim lalu. (Foto:Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Empat pihak masing-masing KONI, PSSI, Plt Bupati, dan DPRD Rembang diminta tanggap atas nasib PSIR saat ini. Setelah kompetisi Divisi Utama musim lalu berakhir, kepengelolaan PSIR cenderung tidak jelas.

PT Rembang Sportindo Mandiri (RSM) sebagai pengelola PSIR musim 2014, belum memberi sinyal untuk kembali mengelola klub berjuluk Laskar Dampo Awang pada musim depan. Yang kerap terdengar hanyalah, bahwa perseroan tersebut tidak memiliki cukup dana, untuk mengelola PSIR.

Bahkan di musim lalu, PT RSM seolah sekadar dipinjam “bendera”-nya oleh PSIR, sebagai syarat peserta kompetisi Divisi Utama yang wajib klub dikelola secara profesional dan dibuktikan dengan legalitas badan hukum perseroan.

“Kalau seperti itu (kepengelolaan PSIR tidak jelas, red.) keadaannya, KONI, PSSI, Plt Bupati, dan DPRD Rembang, mesti cepat tanggap untuk rapat agar PSIR bisa tetap mengarungi kompetisi musim depan,” ujar Siswanto, mantan Manajer PSIR musim lalu, kepada mataairradio.com, Senin (8/12/2014).

Sementara waktu, menurutnya, pihak Pemkab Rembang bisa mengonfirmasi PT RSM tentang kelangsungan kepengelolaan PSIR. Dalam bahasa yang lebih sederhana, PSIR “dikembalikan” dulu kepada Pemkab. Selebihnya, Pemkab bisa mencari format kepengelolaannya sesuai aturan klub profesional.

“Jika serba tidak jelas seperti sekarang, belum ada tanda-tanda persiapan menuju kompetisi musim depan, seolah-olah PSIR tidak lagi aktif. Sudah menjadi wajar, Pemkab campur tangan, untuk menyelamatkan PSIR,” tandasnya.

Mantan Pelatih PSIR Rembang Haryanto, kepengelolaan PSIR oleh PT RSM perlu dikonfirmasi kelanjutannya. Menurutnya, siapa pun yang nantinya bakal mengelola PSIR, yang harus jelas adalah komitmen terhadap kelangsungan Laskar Dampo Awang.

“Bisa dengan ‘diserahkan’ dulu ke Pemda. Itu pun jika pengelola yang lama sudah tidak sanggup lagi mengelola. Dalam hal ini, memang PSSI Rembang perlu membantu mengurai. Bagaimana pun, PSIR adalah aset daerah, yang perlu dikelola dan tetap ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengendali PT Rembang Sportindo Mandiri Charis Kurniawan belum bisa dikonfirmasi oleh mataairradio.com mengenai nasib PSIR. Upaya menghubunginya via SMS tak berujung balasan. Demikian pun ketika dikontak melalui sambungan telepon, tidak aktif.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan