Empat Hektare Kebun Tebu di Bonang Terbakar

Minggu, 21 Juni 2015 | 18:20 WIB
    Lainnya  2 dari 3.411   Regu Damkar menangani kebakaran kebun tebu di Desa Weton Kecamatan Rembang, Jumat (30/6/2015). (Foto: mataairradio.com)


Regu Damkar menangani kebakaran kebun tebu di Desa Weton Kecamatan Rembang, Jumat (30/6/2015). (Foto: mataairradio.com)

LASEM, mataairradio.com – Empat hektare kebun tebu di Desa Bonang Kecamatan Lasem terbakar pada Sabtu (21/6/2015) pagi pukul 10.30 WIB. Si jago merah diduga berasal dari pembakaran sampah yang tidak tuntas di dekat kebun.

Kepala Desa Bonang Syaiful Sodikin yang dihubungi mataairradio menyebutkan, kebun tebu itu berada di bengkok miliknya dan milik Kaur Pembangunan. Tetapi digarap oleh Sekretaris Desa Pancur Janarko. Saat kejadian, suasana kebun sedang sepi.

Lokasi kebun tebu yang dekat dengan permukiman dan warung bakso, membut warga panik. Dia segera mengontak regu pemadam kebakaran. Lantaran angin kencang, kebun itu cepat terbakar seluruhnya. Tebu pun mesti ditebang lebih awal, agar kadar gulanya tidak banyak hilang. Kerugiannya Rp100 juta.

“Sore ini langsung dipanggilkan buruh tebang. Ya, biar tidak menjadi kering, agar kadar gulanya tidak banyak hilang. Kerugian sih sampai Rp100 juta,” kata dia.

Salah satu petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Rembang Sarpani mengaku sempat memastikan laporan kebakaran dengan menelepon balik Kepala Desa Bonang. Setelah terkonfirmasi benar, pihaknya langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Dia membawa satu mobil damkar dan dua mobil tangki. Sesampainya di lokasi kejadian, api sudah berkobar hebat. Memang lokasinya dekat dengan rumah warga dan warung bakso. Karena lokasinya luas, pemadam sempat kesulitan menemukan titik api.

Dengan mengeluarkan tenaga ekstra di tengah kondisi berpuasa, petugas pemadam merangsek ke bagian tengah kebun. Setelah berjibaku, si jago merah berhasil dilokalisir. Setelah padam sekitar zuhur, tebu yang sudah gosong itu pun langsung ditebang.

“Kita dapat informasi langsung meluncur ke lokasi. Apinya memang besar dan rawan menjalar ke permukiman. Warga sempat panik memang tetapi kita bisa tangani meski dengan tenaga ekstra dan berpuasa,” tuturnya.

Menurut catatan Regu Pemadam Kebakaran dari Pemkab Rembang, hingga hari keempat di bulan Puasa ini, hampir tiap hari terjadi kasus kebakaran kebun tebu. Tetapi tidak satu pun yang sampai merembet ke kawasan permukiman, karena bisa segera ditangani.

Sehari sebelumnya, lahan tebu seluas dua hektare di Desa Weton Kecamatan Rembang juga terbakar. Saat itu regu pemadam bahkan harus mengeluarkan energi lebih, karena kebakaran itu ditangani ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang usai menaklukkan si jago merah di lokasi pabrik semen.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan