Elpiji Melon Paling Diincar di Pasar Murah Rembang

Kamis, 9 Juli 2015 | 16:33 WIB
Stan elpiji menjadi incaran masyarakat dalam pasar murah yang digelar Pemkab Rembang, Kamis (9/7/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Stan elpiji menjadi incaran masyarakat dalam pasar murah yang digelar Pemkab Rembang, Kamis (9/7/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Elpiji tabung melon kemasan tiga kilogram menjadi yang paling diincar masyarakat pada pasar murah yang digelar Pemkab Rembang di sisi timur alun-alun setempat, Kamis (9/7/2015) pagi. 560 tabung yang disediakan panitia habis dalam waktu sekitar satu jam.

Suparti, warga Turusgede Kecamatan Rembang mengaku nekat meninggalkan pekerjaannya di rumah begitu mendapat kabar ada pasar murah elpiji. Dia terbantu saat mendapatkan elpiji tiga kilo dengan harga hanya Rp15ribu per tabung. Dia pun langsung beli dua. Biasanya dia membeli Rp19ribu per tabung.

“Pernah beli sampai di harga Rp21ribu per tabung. Ya terbantu kalau bisa dapat harga murah begini. Ini tadi langsung beli dua tabung,” terangnya.

Muchtar Hidayat, Kepala Seksi Minyak dan Gas pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Rembang mengatakan, pasar murah elpiji digelar lewat kerja sama antara lima agen elpiji dengan Gas Domestik Region III PT Pertamina. Yang disediakan sebatas satu loading order atau LO atau 560 tabung.

Dia tidak bisa memastikan tentang ada atau tidaknya lagi operasi pasar serupa dalam waktu dekat menjelang Lebaran. Muchtar mengakui harga elpiji tiga kilo di pasar murah yang hanya Rp15ribu per tabung menjadi daya tarik bagi warga. Makanya tak heran, hanya satu jam dijajakan, sudah langsung ludes.

“Belum tahu akan ada lagi atau tidak. Tapi memang perlu. Soal harga Rp15ribu, itu agen dan pihak Pertamina yang rembukan. Sifatnya memberi subsidi,” tandasnya.

Tidak hanya elpiji tabung melon, stan lain di pasar murah yang jadi perhatian adalah beras dan kebutuhan pokok masyarakat seperti minyak goreng. Tetapi stan ikan pindang justru sepi peminat. Padahal harga per keranjang ikan pindang yang semula Rp15.000, hanya dijual Rp7.500.

Sementara itu, di balik kegiatan pasar murah itu berembus kabar, kalau oknum panitia diduga melakukan aksi borong terhadap sejumlah kebutuhan pokok sebelum masyarakat berduyun-duyun datang. Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Rembang Sukandar tak kuasa menindak karena luput dari pantauan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan