Elpiji 2016: Pengecer Masih Rentan Permainkan Harga

Kamis, 31 Desember 2015 | 18:43 WIB
Ilustrasi elpiji 3 kilogram.

Ilustrasi elpiji 3 kilogram.

 

REMBANG, mataairradio.com – Distribusi elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram di Kabupaten Rembang diprediksi masih akan diwarnai kerentanan permainan harga eceran tertinggi oleh pengecer, yang notabene tidak termasuk dalam mata rantai penyaluran.

Kepala Bidang Migas pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Rembang Imam Teguh Susatyo, Kamis (31/12/2015) pagi mengatakan, soal harga memang masih belum lepas dari pengaruh keberadaan pengecer. Namun tahun depan, ia menjamin tidak akan ada kelangkaan elpiji 3 kilo.

“Kalau di Rembang ini tidak pernah ada kelangkaan. Ada itu cuma kesulitan di tempat tertentu saja. Masih bisa didapatkan di tempat lain. Tapi soal harga, memang masih ada pengaruh dari pengecer (sehingga harga elpiji jadi tinggi),” terangnya kepada reporter mataairradio.

Untuk mengendalikan harga elpiji bersubsidi dari tangan pengecer, Imam menyatakan sudah melakukan cara yang dianggap jitu, yaitu menambah jumlah pangkalan. Teknisnya, dengan memecah pangkalan besar, yang sebelumnya dipasok jatah 800-1.000 tabung per bulan, secara bertahap.

“Pangkalan sudah kita tambah. Kita pecah pangkalan besar, sehingga desa di dekatnya yang semula belum ada pangkalan, menjadi berpangkalan,” tandasnya.

Pemecahan dilakukan melalui masing-masing agen, yang di Rembang jumlahnya lima. Sejauh ini, sudah ada 88 pangkalan baru; hasil pecahan dari pangkalan besar.

“Jumlah total pangkalan sebagai mata rantai terakhir distribusi elpiji bersubsidi di Rembang, kini sebanyak 341 titik,” tegasnya.

HET elpiji tabung melon yang sudah ditentukan di Rembang adalah Rp17.000. Namun pada kenyataannya, harga elpiji yang didapatkan oleh warga, kini masih banyak yang Rp18.000 per tabung, bahkan ada yang lebih mahal.

Tahun 2016, Rembang mengusulkan tambahan 15 persen alokasi elpiji bersubsidi. Namun indikasinya, usulan itu akan direalisasi di angka 12 persen atau hanya ditambah sekitar 39.000 tabung menjadi sekitar 360.000 per bulan.

“Jika pun usulan kita yang 15 persen itu disetujui di angka 12 persen, itu sudah ideal mengingat bertambahnya jumlah keluarga dan UMKM. Intinya 10-15 persen itu sudah ideal,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan