Rembang Masih Buta Urusan Eksplorasi Lapangan Kepodang

Jumat, 30 Mei 2014 | 16:20 WIB
Lapangan Gas Kepodang.

Lapangan Gas Kepodang.


REMBANG, MataAirRadio.net –
Eksplorasi gas bumi dari Lapangan Kepodang di lepas Pantai Rembang segera dilakukan tahun ini. Namun Pemkab masih buta dengan urusan ini. Padahal, jika proyek itu mulai berjalan, rambu laut mendesak dipasang untuk menjamin keselamatan pelayaran nelayan.

Lapangan Gas Kepodang berada di sekitar 70 kilometer dari bibir pantai utara Rembang. PT Perusahaan Gas Negara berkonsorsium dengan PT Bakrie and Brother Tbk mengeksplorasi gas dari ladang itu untuk dialirkan ke pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Tambak Lorok di Semarang pada kuartal keempat tahun 2014.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang Suyono mengaku belum ada koordinasi dari Pemerintah Pusat mengenai eksplorasi tersebut. Rambu laut perlu segera dipasang guna menjamin keselamatan nelayan, sebab aktivitas pelayaran nelayan di kabupaten ini cukup tinggi. Belum lagi lalu lintas kapal menuju Pelabuhan Tanjung Bonang.

Menurutnya, jaringan pipa gas yang kini sedang digarap PT Bakrie and Brother jangan sampai memicu kecelakaan kapal motor nelayan saat melaut. Meskipun pemasangan rambu laut lepas pantai menjadi urusan Kementerian Perhubungan, tetapi sosialisasi rambu dan zona bahaya perlu disegerakan oleh Pemkab Rembang.

Lapangan Gas Kepodang menyimpan potensi gas sebesar 354 juta standar metrik kaki kubik per hari atau mmscfd. Blok migas tersebut akan dikelola oleh Petronas Caligari, perusahaan minyak dan gas Malaysia.

Proyek pengembangan gas dari Lapangan Kepodang ini dipercepat menjadi Juni hingga Oktober 2014 dari jadwal semula yang diajukan oleh Petronas pada April 2015. Intinya pada 2014, gas sudah siap dialirkan melalui pipa sepanjang 207 kilometer ke PLTGU Tambak Lorok.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Rembang Suyono memastikan ada pemasangan rambu laut di tahun ini. Namun rambu laut yang dipasang dengan dukungan anggaran dari Pemrov Jawa Tengah dan Pemkab Rembang ini, tidak terkait eksplorasi Lapangan Kepodang.

Dia menegaskan, rambu yang dipasang sekadar untuk penegasan gugusan pulau yang nampak maupun yang tidak. Meski demikian pihaknya telah berusaha berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai rambu di sepanjang jalur pipa.

Sementara itu, rencana proyek penambangan gas itu membuat khawatir nelayan yang biasa mencari ikan di perairan itu. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rembang Muslim mengkhawatirkan hilangnya kesempatan nelayan untuk mencari ikan di kawasan itu. Apalagi sempat tersiar kabar bahwa radius 1,2 kilometer dari areal eksplorasi tidak boleh digunakan untuk menangkap ikan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan