Pedagang Luar Kabupaten Berlomba Jual Durian Criwik

Kamis, 13 Februari 2014 | 14:13 WIB
Pedagang Durian. (Foto:MataAirRadio.net)

Pedagang Durian. (Foto:MataAirRadio.net)

PANCUR, MataAirRadio.net – Sejumlah pedagang dari luar Kabupaten Rembang berlomba menjual durian dari Desa Criwik Kecamatan Pancur. Durian dari desa di wilayah Jalur Pegunungan Lasem ini dikenal khas karena memiliki rasa yang legit.

Muhammad Zaenudin, seorang penjual durian asal Wedung Demak mengatakan, awalnya dia menjual durian dari Jepara. Namun, di pasaran Kota Rembang, banyak pembeli yang justru menanyakan durian criwik. Dia lantas menyurvei sekaligus kulak durian dari desa itu.

Zaenudin mengakui, durian criwik memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan buah dari Jepara. Meski kalah dari sisi ukuran, banyak yang suka durian criwik ini karena rasa dan warna isinya menarik. Dia mengaku tiga kali kulakan dan sudah menjual sekitar 600 buah.

Soal harga, durian criwik cukup mahal, hingga Rp50.000, tergantung besar-kecilnya buah. Menurutnya ada tiga pedagang dari Demak yang berjualan durian di Rembang, namun berlomba menjual buah dari Criwik.

Sementara itu, seorang petani durian di Desa Criwik Kecamatan Pancur, Mukrim mengatakan, masa panen berlangsung sejak dua bulan yang lalu. Saat ini, tengah puncak panen raya durian.

Dia juga mengatakan, dari sisi harga, petani kini menuai keuntungan melimpah. Mukrim menyebutkan, harga durian di tingkat petani, rata-rata Rp40.000-Rp50.000, menyesuaikan ukuran buahnya.

Namun dari sisi produksi, petani menyebut terganggu cuaca. Banyak durian yang jatuh sebelum waktunya karena terpaan hujan disertai angin. Tidak sedikit pula yang busuk. Mukrim memiliki sekitar 30 pohon durian dengan jumlah buah sekitar 500 per batang.

Parlan, petani durian lainnya di desa itu menambahkan, harga memang berpihak kepada mereka, terutama jenis durian buto atau durian dengan ukuran sebesar kepala orang dewasa.

Durian jenis ini memiliki aroma yang kuat dan daging berserat. Lentur namun tidak lembek, rasanya juga manis bercampur sedikit pahit. Dia membenarkan, durian criwik banyak dicari. Padahal, untuk sampai ke desanya harus melintasi jalanan terjal karena berada di pegunungan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan