Dua Truk Terguling Gara-gara Gandengan Lepas di Pasarbanggi

Rabu, 3 Februari 2016 | 16:14 WIB
Kereta gandeng bermuatan teh merek Java yang terguling serta truk muatan semen yang masuk ke selokan di tepi Jalan Pantura wilayah Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Rabu (3/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Kereta gandeng bermuatan teh merek Java yang terguling serta truk muatan semen yang masuk ke selokan di tepi Jalan Pantura wilayah Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Rabu (3/2/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua truk, satu di antaranya berkereta gandeng, terguling sehingga masing-masing muatannya tumpah di tepi jalan Jalur Pantura sebelah timur Jembatan Pasarbanggi Kecamatan Rembang, Selasa (2/2/2016) sekitar pukul 21.00 WIB.

Awalnya truk gandeng bermuatan teh merek Java melaju dari arah barat ke timur. Namun sesampainya di tempat kejadian, kereta gandeng lepas dan terguling ke kanan, sehingga muatan teh berceceran.

Nahas, dari arah berlawanan melaju truk Siba bermuatan 1000 sak semen. Sopir truk semen seketika berusaha membanting setir ke kiri, tapi malah berlebihan, sehingga armada itu justru masuk ke selokan di selatan jalan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Ahmad Ghifar Al Ahfagsyi membenarkan, biang kecelakaan adalah kereta gandeng truk yang lepas.

Hanya saja, soal muatan semen yang kemudian diketahui terdata tinggal 800 sak, polisi enggan menduga-duga soal kemungkinan ada warga yang mengambilinya.

“Yang jelas, terlihat cukup banyak sak semen yang rusak karena sobek-sobek lantaran jatuh dari truk,” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan reporter mataairradio pada Rabu (3/2/2016) pagi, kereta gandeng dan truk Siba masih belum dievakuasi dari jalur setempat.

Kereta gandeng dari truk N 9538 UR masih terguling di selatan jalan sedangkan truk Siba H 1889 GH masih terperosok di selokan. Polisi memastikan antarkendaraan tersebut belum sampai terjadi tabrakan.

Namun soal evakuasi, Kasatlantas sebatas berkoordinasi dengan pihak sopir dan perusahaan jasa ekspedisi.

Meski belum dientaskan sampai dengan Rabu (3/2/2016) siang, tapi lalu lintas tak terganggu oleh dua truk itu.

Kasus kereta gandeng yang lepas dan berujung petaka, sebelumnya terjadi di Jalur Pantura depan SMA Negeri 3 Rembang. Kala itu, kereta dari truk plat merah yang biasa dipakai untuk perbaikan jalan, lepas, dan mengenai truk lain.

Meski tak ada korban jiwa, tapi kasus seperti itu meninggalkan pelajaran. Menurut Kasatlantas, sopir truk berkereta gandeng perlu memeriksa dulu kendaraannya secara cermat sebelum berangkat menempuh perjalanan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan