Dua Tewas Kecelakaan Karena Belum Perigel Pakai Motor

Jumat, 17 April 2015 | 15:43 WIB

Salah satu korban tewas dan kendaraannya sebelum dievakuasi dari lokasi kecelakaan di sebelah selatan PLTU Sluke, Kamis (16/4/2015) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SLUKE, mataairradio.com – Dua orang tewas akibat kecelakaan, Kamis (16/4/2015) malam kemarin. Kecelakaan itu terjadi diduga karena pesepeda motor yang belum perigel berkendara. Tabrakan maut itu terjadi di Jalur Pantura wilayah Desa Trahan sebelah timur PLTU Sluke.

Menurut Kepala Pos Lalu Lintas Lasem Aiptu Heri Yulianto, kedua korban menunggangi Honda Blade bernomor polisi S 6913 FT dan melaju dari barat ke timur. Sementara dari arah berlawanan, melaju colt diesel H 1786 DE bermuatan gabah. Sesampainya di lokasi, diduga korban melaju terlalu ke kanan.

Akibatnya, kendati truk berusaha menghindar ke kiri, tabrakan tetap tak terhindarkan. Truk menabrak motor, sehingga pengendara dan pemboncengnya tewas. Seorang pengendara teridentifikasi sebagai Nurul Hilal (18) warga Lodan Kulon, Sarang, sedangkan identitas pemboncengnya belum terungkap.

“Nggak tahu kenapa pengendara motor melaju terlalu ke kanan. Mungkin karena belum perigel dan melaju dengan kecepatan tinggi. Dari arah timur melaju truk colt diesel. Jarak terlalu dekat, truk berusaha mengindar, tetapi tetap nabrak. Baik truk maupun motor, tidak sedang menyalip,” kata Heri.

Hingga Jumat (17/4/2015) pagi, baru jenazah Hilal yang diserahkan kepada keluarganya setelah disemayamkan selama 10 jam di kamar mayat rumah sakit umum daerah. Sementara nasib jenazah pembonceng yang diduga teman bekerja Hilal, masih menunggu kedatangan keluarga.

Aiptu Heri mengaku sudah mengamankan sopir truk yang bernama M David Widianto (27), warga Tanjungrejo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Dia menyatakan, status David belum mengerucut sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut.

“Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan agar tidak memaksakan berkendara, apabila belum cakap dan tidak memiliki surat izin mengemudi atau SIM. Para orang tua kami minta agar tidak membiarkan anak-anak yang belum cukup umur, menunggang sepeda motor,” pintanya.

Sementara itu berdasarkan keterangan pihak keluarga yang memastikan kebenaran jenazah di rumah sakit, Hilal adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sebelum kejadian, Hilal sempat berpamitan untuk mengurus kartu tanda penduduk di Rembang.

Namun karena ada sejumlah persyaratan yang kurang, korban pulang lagi ke rumah dan pamit pergi lagi pada sore harinya. Keluarga tidak pernah menduga korban bakal pergi menghadap yang Kuasa secepat itu. Meski masih muda, Hilal diketahui sudah bekerja namun belum jelas jenis pekerjaannya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan