Dua Rumah dan Lansia Tuna Netra Tewas Terbakar

Wednesday, 17 May 2017 | 19:06 WIB

Dua rumah warga di RT 2 RW 2 Desa Kumendung Kecamatan Rembang ludes terbakar pada Rabu (17/5/2017) pukul 02.00 WIB. (Foto dikutip dari akun facebook Rachmad Darno)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua rumah warga di Desa Kumendung Kecamatan Rembang ludes terbakar pada Rabu (17/5/2017) pukul 02.00 WIB.

Dua rumah itu milik Purnomo (40) dan Reban (95). Reban yang seorang penyandang tuna netra bahkan ditemukan dalam kondisi sudah tewas terbakar di kamar rumahnya.

Beruntung, Sukemi (90) istri Reban bisa diselamatkan. Begitu pula istri Purnomo, Kiswanti (30) dan dua orang anaknya; selamat. Purnomo tak berada di rumah karena pergi melaut.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Mardi, warga setempat. Warga lain yang lantas diberitahu segera merapat ke lokasi kejadian dan cepat melakukan pemadaman, sekenanya.

Namun api tak terkendali. Barang berharga seperti satu unit sepeda motor merek Honda Beat, sepeda angin, televisi, perabotan rumah tangga dan uang tunai, ludes.

“Yang terselamatkan, dua motor milik Purnomo merek Yamaha dan Honda. Lainnya terbakar,” terang Wajiran, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kumendung.

Armada pemadam kebakaran yang kemudian datang dan tiba di lokasi pukul 02.25 WIB segera melakukan pemadaman. Api baru benar-benar dapat dijinakkan pukul 03.00 WIB.

“Saat api padam, warga menemukan jasad Mbah Rebon sudah gosong. Dikira warga ya sudah diselamatkan, tetapi ternyata tidak. Ditemukannya di kamar rumah yang terbakar,” katanya.

Kanit Reskrim Polsek Kota Rembang Ipda Sudibiyono menyatakan, polisi masih melakukan penyelidikan, namun untuk sementara kebakaran diyakini akibat korsleting di rumah Reban.

“Api kemudian merambat ke rumah Purnomo yang berada di samping rumah Reban. Kerugian materiil dalam kejadian ini ditaksir mencapai Rp150 juta,” katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Pramujo menyatakan, pihaknya langsung turun tangan memberi bantuan.

“Korban kita bantu kebutuhan dasar. Dari BPDB kami distribusikan bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula, dan mie instan. Dari Dinsos ada selimut dan family kit,” katanya.

Mengenai bantuan berupa uang, Pramujo menyatakan akan terlebih dahulu membuat kajian dan melaporkannya kepada Bupati. Namun apakah ada bantuan dan atau tidak, tergantung Bupati.

“Bantuan kemanusiaan bukan di kami, melainkan di Bagian Kesra. Soal sifat bantuan dan besar kecilnya, tergantung Pak Bupati berdasarkan hasil kajian kami,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan