Dua Pemuda Mabuk Bacok Warga di Kaliori

Selasa, 10 Mei 2022 | 13:12 WIB

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan didampingi Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo memimpin gelar perkara, Senin (9/5/2022) siang, di Halaman Mapolres setempat. Dalam gelar perkara itu, kedua tersangka pelaku dihadirkan di hadapan awak-media. (Foto: Mukhammad Fadlil)


REMBANG, mataairradio.com –
Dua orang pemuda asal Desa Dresi Wetan Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang harus berurusan dengan polisi setelah beraksi membacok seorang warga, usai menggelar pesta miras.

Dua orang pelaku itu yakni Ahmad Iqbal Hafidi (19) dan Fatkurrohman (22). Keduanya tersebut membacok seorang warga Desa Dresi Kulon-Kaliori, berinisia S (26).

Kepala Polres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan mengungkapkan, kasus ini terjadi sepekan yang lalu, tepatnya pada Senin, 2 Mei 2022, sekitar pukul 23.45 WIB.

Ketika itu, dua pelaku pembacokan ini sebelumnya menggelar pesta bakar ikan dan minum-minuman keras (miras). Namun, beberapa saat setelahnya, mereka berdua menerima informasi dari seorang temannya, bahwa ada warga Dresi Wetan yang dikeroyok warga Desa Dresi Kulon.

Lantaran emosi sebab merasa tak terima, Iqbal dan Fatkurrohman yang dalam kondisi mabuk kemudian bermaksud balas-dendam, ngeluruk sambil membawa dua buah celurit menuju ke Desa Dresi Kulon.

Sesampainya di desa yang keduanya tuju, mereka sempat mendapati sekelompok pemuda, lantaran kondisinya ramai warga, kedua pelaku pembacokan ini mengurungkan niatnya dan mencari target lain.

Baru setelah sampai di sebuah salon cukur rambut di Desa Dresi Kulon, Iqbal dan Fatkurrohman melihat sejumlah pemuda sedang nongkrong sambil bermain gadget.

“Tanpa cek-cok kedua pelaku langsung membacok sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di depan salon itu dan mengenai salah satu di antaranya. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku kemudian melarikan diri,” terang Kapolres Dandy saat memimpin gelar perkara, Senin (9/5/2022) siang.

Dandy mengungkapkan, atas peristiwa itu, korban inisial S mengalami luka robek pada salah satu punggungnya, sehingga masih dalam perawatan media di RSUD dr. R Soetrasno Rembang, hingga saat ini.

“Kami amankan barang bukti berupa pakaian korban yang ada bekas darah, dua buah celurit dan sepeda motor yang dipakai pelaku,” ungkapnya.

Kedua pelaku dijerat dengan tiga pasal sekaligus. Yakni Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 170 Ayat 1 ke-1e KUHP, dan Pasal 351 KUHP. Ancaman hukumannya mulai dari dua tahun hingga 10 tahun kurungan penjara.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan