Dua Pelajar Tewas Tabrak Truk di Jalur Pantura

Rabu, 5 Desember 2018 | 16:39 WIB

 

Kondisi kendaraan milik korban setelah menabrak truk trailer yang sedang parkir di badan jalan, di Jalur Pantura masuk Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan, pada Selasa (4/12/2018) malam. (Foto: warga net)

 

KRAGAN, mataairradio.com – Dua orang pelajar Warga RT 2 RW 2 Desa Tegalmulyo Kecamatan Kragan tewas, setelah menabrak truk yang sedang parkir di bahu jalan.

Mereka adalah Ahmad Khoirul (17) Siswa SMK Negeri 1 Sedan dan Mukhlisin (17) Siswa SMK Negeri 2 Rembang. Saat itu, keduanya tidak mengunaakan pelindung kepala atau helm.

Kejadian nahas ini terjadi di Jalur Pantura masuk Desa Balongmulyo-Kragan, pada Selasa (4/12/2108) sekitar pukul 20.30 waktu setempat.

Kepala Unit Laka pada Satuan lalu lintas Polres Rembang Ipda Ryan Mitha mengatakan, peristiwa bermula ketika truck trailer bernomor polisi P 9573 IC sedang parkir di sebelah utara jalan dengan kondisi roda sebelah kanan masih berada di badan jalan dan menghadap ke timur.

“Sedangkan, searah dari belakang truk sebuah kendaraan roda dua merek honda jenis scoopy yang dikendarai oleh Khoirul menabrak truk tersebut,” terangnya.

Ia mengungkapkan, kejadian itu dipicu oleh kondisi jalan yang gelap lantaran tidak dilengkapi dengan penerangan jalan. Selain itu, diduga pengendara scoopy bernomor polisi K 3748 AW berjalan dengan laju yang tinggi.

“Pengendara sekaligus pembonceng sepeda motor tewas di lokasi kejadian. Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas setempat guna unutk kepentingan visum,” ujar Mitha.

Sementara itu, saat disinggung apakah pemilik truck memasang tanda rambu parkir, Mitha mengungkapkan ada rambu parkir.

“Tapi masih kami selidiki apakah rambu tersebut dipasang sebelum atau sesudah kecelakaan terjadi.

Saat ini kendaraan beserta pemiliknya sudah diamankan di Kantor Satlantas Polres Rembang guna dimintai keterangan,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, Mitha menghimbau agar pengguna jalan tetap berhati-hati dala berkendara, karena saat ini sudah memasuki musim penghujan.

“Saya sering melihat pengendara yang memaksa menerobos hujan. Malah dengan kecepatan tinggi, padahal tindakan tersebut dapat membahayakan,” katanya.

Selain itu, Mitha juga menyingung penggunaan jas hujan bagi pengendara roda dua. Menurutnya pengunaan jas hujan sangat penting.

“Jas hujan itu harus dengan warna yang cerah. Sebab jas hujan dengan warna yang cerah dapat menjadi penanda bagi pengendara lain, karena saat hujan jarak pandang pengendara berkurang,” pungkasnya.

 

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan