Dua Orang Ditangkap karena Kepemilikan Sabu-sabu

Kamis, 13 September 2018 | 18:57 WIB

Salah satu dari dua orang ditangkap karena kepemilikan sabu-sabu oleh pihak Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua orang ditangkap karena kepemilikan sabu-sabu oleh pihak Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang, baru-baru ini.

Dua orang itu adalah Parini alias Dewi (40) warga Desa Ngurensiti Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati dan Abdullah Makmun warga Desa Purworejo Kecamatan Kaliori, Rembang.

Kedua orang tersangka ditangkap pada hari dan tempat yang berbeda, berbekal informasi dari masyarakat.

Parini ditangkap di dalam kamar hotel di kawasan SPBU Tasiksono Kecamatan Lasem pada 5 September 2018.

Sementara Abdullah ditangkap di sebuah gudang penyimpanan garam di Dusun Dresen Desa Purworejo, kecamatan setempat pada 11 September 2018.

Dari tangan Parini, polisi mengamankan 0,25 gram sabu-sabu, sedangkan dari dari Abdullah, diamankan 0,3 gram sabu-sabu.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Rembang AKP Bambang Sugito mengungkapkan, Parini berprofesi sebagai pengguna.

“Kalau Abdullah, selain sebagai pengguna juga seorang kurir. Keduanya positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu,” bebernya.

Hingga Kamis (13/9/2018), kedua tersangka masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik dan ditahan di sel tahanan Mapolres Rembang.

Polisi menjerat keduanya dengan
Pasal 112 ayat (1) subsider 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman pidananya hukuman penjara maksimal empat tahun dan denda maksimal Rp800 juta.

“Kami masih akan mengembangkan penyidikan, guna menguak asal usul sabu-sabu yang dikonsumsi dan dikurir oleh para tersangka,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan