Dua Karyawan ‘Duet’ Demo Perusahaan, Tagih Kompensasi Rp20 Juta

Senin, 27 November 2023 | 17:03 WIB

Dua karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari PT Amir Hajar Kilsi (AHK) melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik, pada Senin (27/11/123) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

REMBANG, mataairradio.com – Dua karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari PT Amir Hajar Kilsi (AHK) melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang pabrik, pada Senin (27/11/123) siang.

Lokasi perusahaan yang berada di Jalan Raya Rembang-Lasem ini tepatnya berada di wilayah timur RSI Arafah, masuk wilayah Desa Punjulharjo, Kecamatan Kota Rembang.

Selama setengah jam, keduanya berunjuk rasa sambil membawa dua poster yang isinya meminta supaya perusaha memenuhi kompensasi hak dua karyawannya itu.

“Kami minta hak dan keadilan,” bunyi salah satu kalimat pada kertas poster yang dibentangkan.

“Berikan hak kami setelah di-PHK,” bunyi tulisan di kertas poaster yang lainnya.

Tuntutannya yaitu supay kompensasi atas PHK yang dilakukan oleh PT AHK dibayarkan sebagaimana rekomendasi dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Rembang.

Rekomendasi dari dinas, itu kompensasi terhadap dua orang karyawan yang terkena PHK itu masing-masing adalah Rp20.468.000 dan Rp19.192.320.

Walaupun keduanya melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang panrik, namun tidak ada satu pun perwakilan dari perusahaan yang keluar menemui.

Eddy Purwanto, perwakilan pekerja yang di-PHK menyatakan, dirinya dan seorang rekannya sudah selama 11 tahun bekerja di PT AHK, yakni sejak 2012.

Di sana keduanya bertugas sebagai staf keamanan. Secara resmi, keduanya diputus kontrak oleh perusahaan pada 1 Oktober 2023.

Padahal, keduanya mengaku sudah menandatangani dokumen perpanjangan kontrak kerja.

Hanya saja, salinan dokumen itu memang tidak oleh pihak HRD perusahaan tidak memberikan salinannya.

Edy mengatakan, pihaknya sudah berusaha menjalin komunikasi dengan PT AHK ihwal pesangon, tetapi berakhir buntu. Dirinya kemudian memutuskan untuk mengadu ke Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

“Sudah dua kali mediasi difasilitasi dinas. Hasil pertama ada rekomendasi dari dinas bahwa kompensasi yang dibayarkan Rp 20.468.000 dan Rp 19.192.320. Jawaban PT AHK akan menyampaikan ke owner,” jelas Edy kepada wartawan.

“Lalu mediasi kedua, PT AHK tidak hadir, dan saat dihubungi dinas mengatakan hanya bisa membayar satu kali gaji sebesar sekira Rp 2 juta,” jelas Edy,” imbuhnya.

Sementara itu, saat berada di lokasi awak media mecoba meminta izin kepada petugas keamanan untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan.

Namun, menurut keterangan dari salah satu pihak keamanan yang berjaga di pos satpam, sudah tidak ada orang di sana. Keamanan itu menyebut, semenjak satu bukan ini di PT AHK sudah tidak ada aktivitas perusahaan.

 

Penulis/Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan