Dua Embung Besar di Rembang Mendesak Dikeruk

Selasa, 27 Oktober 2015 | 18:20 WIB
Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

Embung Banyukuwung. (Foto: Pujianto)

 

SULANG, mataairradio.com – Dua embung besar di Kabupaten Rembang disebut mendesak dikeruk karena kini mengalami pendangkalan atau sedimentasi parah.

Dua embung itu adalah Banyukuwung di Desa Sudo Kecamatan Sulang dan Grawan di Desa Grawan Kecamatan Sumber.

Selasa (27/10/2015) pagi, 10 orang anggota Komisi B DPRD Rembang menginspeksi kondisi Embung Banyukuwung.

Anggota Komisi B DPRD Rembang Yudianto mengatakan, normalisasi dua embung itu diperlukan untuk memperbesar volume tampungan air.

Menurutnya, normalisasi embung dari pendangkalan merupakan solusi efektif, ketimbang mencari sumber mata air baru.

“Selama ini, Pemkab Rembang kesulitan mencari sumber mata air baru, untuk menyokong kebutuhan pasokan air bersih,” terangnya.

Yudianto mengungkapkan, dukungan anggaran untuk normalisasi embung dari sedimentasi, akan diupayakan berasal dari Pemerintah Pusat melalui APBN.

“Namun yang paling realistis, pengerukan embung-embung yang dangkal itu, dilakukan pada tahun depan atau 2016.

Politisi Partai Gerindra asal Kecamatan Kaliori ini mengakui, mendapat banyak desakan dari berbagai kalangan untuk menormalisasi embung di dua kecamatan tersebut.

“PDAM pun berharap adanya pengerukan, biar pemanfaatan air baku, menjadi bisa bertambah,” tandasnya.

Dia menegaskan, sebagian permukaan Embung Banyukuwung, kini sudah tidak menampung air, bahkan telah mengering.

Tumpukan lumpur kering tampak di berbagai sudut embung.

Desain embung pada awal pembangunannya diyakini tidak maksimal, sehingga mudah mendangkal.

“Dari awal, desain Embung Banyukuwung misalnya, kurang pas. Tampungannya nggak maksimal,” tegasnya.

Kepala Desa Sudo Suwaji mengatakan, Embung Banyukuwung pernah dikeruk, tapi belum menyeluruh.

Dia membenarkan, permukaan embung di sebelah timur pintu air, terjadi pendangkalan parah.

“Jika dikeruk, maka debit air yang ditampung di embung bakal bertambah banyak,” katanya.

Embung Banyukuwung menopang kebutuhan air bersih di lebih dari 3.500 pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Kaliori dan bagian barat Rembang.

“Debit Embung Banyukuwung hanya cukup untuk diolah sampai bulan November saja,” ujar Plt Direktur PDAM Rembang Agus Siswanto pada sebuah kesempatan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan