Dua BUMN Kembangkan Rumput Raja di Rembang

Kamis, 19 Oktober 2017 | 15:00 WIB

Bupati Abdul Hafidz saat meninjau Tanaman Rumput Raja atau “King Grass”, di halaman Kantor Perhutani KPH Mantingan, Rabu (18/10/2017) siang. (Foto : Mukhammad Fadlil)

 

BULU, mataairradio.com – Dua badan usaha milik negara (BUMN) terlibat kerjasama dalam mengembangkan tanaman rumput raja atau king grass di lahan hutan pada wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan.

Dua BUMN tersebut adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan Perhutani. Peluncuran program kerjasama budidaya rumput raja tersebut dilakukan pada Rabu (18/10/2017) di Bulu.

Kepala Proyek PT Semen Indonesia di Rembang Heru Indrawijayanto mengatakan, pengembangan tanaman rumput raja dilakukan guna menjadikan hutan sebagai kawasan multifungsi, sekaligus guna menciptakan sumber energi terbarukan.

Menurutnya, batang rumput raja bisa diolah menjadi etanol, sedangkan daunnya dapat dijadikan sebagai pakan ternak sapi, yang kotorannya juga bisa dimanfaatkan guna biogas sebagai pengganti elpiji.

Sesuai rencana, pengembangan rumput raja akan dilakukan pada 50 hektare lahan hutan di Kabupaten Rembang, dengan kebutuhan bibit sebanyak 20.000 stek per hektare. Sejauh ini ada 14,7 hektare lahan yang sudah ditanami.

“Hingga saat ini, lahan yang tertanami rumput raja sudah seluas 14,7 hektare yang lokasinya tersebar di tiga desa yaitu Desa Kajar dan Pasucen Kecamatan Gunem serta Desa Kadiwono Kecamatan Bulu,” katanya kepada awak media.

Heru menyebutkan, tiap hektare lahan akan dihasilkan 99 ton batang rumput raja dan apabila diolah di pabrik etanol akan mampu menghasilkan 80 ribu liter etanol, sedangkan ampas dari pengolahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti batu bara.

Administratur KPH Mantingan Joko Santoso menyebutkan, program yang juga memiliki nama “Integrated Forest Farming System” (IFFS) ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar hutan.

“IFFS ini secara tidak langsung mengoptimalkan fungsi kawasan hutan dengan budidaya rumput raja. Program yang memadukan antara pengelolaan hutan, pertanian, perternakan, dan industri ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat hutan,” tandasnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz, mengapresiasi program tersebut, karena dianggap mampu membawa pengaruh terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Ia berharap supaya program tersebut berjalan secara efisien, sehingga energi terbarukan dapat segera terpenuhi.

“Karena sumber energi gas di dunia ini semakin menipis. Bahkan penelitian oleh pakar energi menyebutkan, pada tahun 2054 di dunia ini energi gas sudah habis. Itu menurut paparan dari para pakar-pakar energi,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan