DPRD Rembang Catat “Rekor” Paripurna Ajaib Sedunia

Senin, 19 Januari 2015 | 17:23 WIB
Sidang paripurna DPRD Rembang kembali gagal kuorum, Senin (19/1/2015) siang. Hanya 11 dari 45 anggota legislatif yang hadir. (Foto: Pujianto)

Sidang paripurna DPRD Rembang kembali gagal kuorum, Senin (19/1/2015) siang. Hanya 11 dari 45 anggota legislatif yang hadir. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – DPRD Rembang disebut menggelar paripurna paling ajaib sedunia setelah untuk keempat kalinya gagal sidang karena tak memenuhi kuorum penetapan pengangkatan Wakil Bupati Abdul Hafidz menjadi Bupati, Senin (19/1/2015) siang.

Sidang paripurna yang dimulai pukul 13.00 WIB ini, hanya dihadiri oleh 11 orang anggota legislatif, sedangkan 34 anggota parlemen lainnya absen. Padahal, di sidang paripurna pembahasan tata tertib DPRD yang digelar sebelumnya, ada 24 anggota yang hadir.

34 legislator yang absen itu, masing-masing 8 dari Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PPP, 6 dari FPKB, 5 dari Fraksi Gerindra, masing-masing 3 dari Fraksi Harapan dan PDIP-Nasdem, serta satu dari Fraksi Karya Sejahtera.

Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan yang memimpin secara tunggal sidang paripurna ini, hanya butuh waktu kurang dari 15 menit sebelum menutup lagi sidang karena tidak kuorum. Dia menangkap sinyal komando dari fraksi dan partai, sehingga anggota dewan tidak hadir. Namun dia menghargai sikap ini.

“Paripurna hari ini mungkin yang paling ajaib sedunia. Empat kali ini nggak pernah kuorum. Bahkan hari ini hanya dihadiri 11 orang. Sinyal yang bisa saya tangkap, ini terkomando oleh fraksi dan terkorelasi oleh parpol masing-masing. Ini realitas peta poolitik di Rembang hari ini,” terangnya.

Ketua DPRD Majid Kamil yang absen, menurut Ridwan, sudah memberi kabar kepadanya jika berhalangan hadir. Demikian pula dengan dua Wakil Ketua DPRD Gunasih dan Bisri Cholil Laquf yang sempat datang di paripurna tata tertib, tetapi memilih absen karena alasan mendadak di paripurna kali ini.

“Karena Ketua dan dua Wakil Ketua DPRD absen, maka sesuai tata tertib, satu orang Wakil Ketua DPRD, bisa memimpin sidang paripurna. Mengenai 8 dari 10 orang anggota dewan dari PPP yang justru absen kali ini, saya nggak mau berkomentar,” tandasnya.

Namun sepanjang yang dia tahu, PPP sudah melakukan lobi-lobi politik baik di internal parlemen, akhir-akhir ini. Dia hanya menilai bahwa ketidakhadiran 34 anggota parlemen di sidang paripurna kali ini atas komando fraksi dan berhubungan dengan sikap partai politik. Lebih detailnya, dia ogah ikut campur.

“Soal alasan kenapa PPP malah nggak hadir, kami jelas tidak tahu. Itu ranah partai lain. Yang saya tahu, lobi-lobi politik sudah dilakukan PPP,” tambahnya.

Ketua DPRD yang juga Ketua DPC PPP Rembang Majid Kamil yang dihubungi mataairradio mengakui, ketidakhadiran 8 orang anggota parlemen dari PPP sebagai sikap resmi partai. Sebab hadir pun, dia menganggap sudah tidak ada gunanya.

Dijelaskan, apabila Wakil Bupati Abdul Hafidz yang kader PPP ini dilantik sebagai bupati definitif sekarang, maka kewenangan yang dimiliki akan sama dengan Plt Bupati, mengingat sisa waktu menuju masa akhir jabatan, sudah kurang dari enam bulan.

“Meski demikian, kami tetap mengutus dua orang (Zaimul Umam dan Sugiharto, red.) untuk hadir di paripurna itu, sebagai tanda PPP sudah berjuang untuk Rembang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan