DPRD Rembang Prioritaskan Bentuk Banmus

Senin, 6 Oktober 2014 | 16:27 WIB

 

Ketua DPRD Rembang Majid Kamil dan Wakil Ketua DPRD Gunasih. (Foto:Pujianto)

Ketua DPRD Rembang Majid Kamil dan Wakil Ketua DPRD Gunasih. (Foto:Pujianto)


REMBANG, mataairradio.com –
DPRD Rembang akan memprioritaskan pembentukan Badan Musyawarah atau Banmus, seusai pengucapan sumpah/janji jabatan pimpinan DPRD, di Gedung DPRD Rembang, Senin (6/10/2014).

“Sehabis (pelantikan) ini, kita akan langsung bekerja untuk membentuk alat kelengkapan. Di awal, mungkin Banmus dulu. Ini agar sejumlah rapat istimewa bisa diagendakan,” ungkap Ketua DPRD Rembang Majid Kamil seusai pengucapan sumpah/janji jabatan pimpinan DPRD.

Namun sebelum membentuk Badan Musyawarah, pimpinan DPRD Rembang terlebih dahulu akan menetapkan tata tertib DPRD berisi 58 halaman yang memuat 123 pasal.

“Yang paling dekat tentu menetapkan tatib (tata tertib, red.) DPRD. Rencana besok (7/10/2014) ini, penetapan tatib. Setelah itu kita langsung teruskan dengan pembentukan alat kelengkapan,” tandasnya.

Menurut ketentuan, Badan Musyarakat berperan membantu pimpinan menetapkan program kerja DPRD untuk satu tahun sidang, menetapkan jadwal dan acara persidangan, serta memberikan pertimbangan kepada pimpinan dewan.

“Begitu Banmus terbentuk, kita akan mengagendakan pelantikan satu orang anggota DPRD terpilih dari PDI Perjuangan (Sumarsih, red.),” tambahnya.

Dia berharap, pembentukan alat kelengkapan DPRD, termasuk Badan Anggaran, Badan Legislasi, dan Komisi, selesai pada minggu depan. “Sebab, di hari Rabu (8/10/2014), akan ada salah satu partai yang memiliki agenda muskercab. Kita hargai anggota DPRD yang absen di hari itu,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan