DPRD Rekomendasikan Peringatan Pertama untuk Varia Usaha

Jumat, 27 Maret 2015 | 17:26 WIB
Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas. (Foto: Pujianto)

Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi A DPRD Kabupaten Rembang merekomendasikan teguran sekaligus peringatan pertama untuk PT Varia Usaha Beton di Dusun Nyikaran Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Teguran itu lantaran pabrik beton hampir terus beroperasi hingga malam hari.

Padahal perusahaan telah menyatakan komitmen untuk hanya beroperasi hingga pukul 15.30 WIB setiap hari kerja.

“Rekomendasi kami sampaikan setelah mendapat berondongan keluhan warga yang disampaikan via SMS,” kata Ketua Komisi A DPRD Rembang Ilyas.

Namun, rekomendasi kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Rembang itu, masih disampaikannya secara lisan.

“Surat resmi akan disusulkan Senin (30/3/2015) depan karena kami (Komisi A) masih kunjungan kerja di Gresik Jawa Timur,” katanya.

Jika nantinya, sampai tiga kali peringatan, tak digubris, maka izin lingkungan pabrik itu juga akan direkomendasikan dicabut.

Menurut informasi yang dihimpun, PT Varia Usaha Beton di Nyikaran setidaknya kembali beroperasi hingga tengah malam pada 26 Maret kemarin.

Tidak hanya itu, sebelumnya pun, pabrik beton yang merupakan anak perusahaan PT Semen Indonesia ini, juga beroperasi melebihi jam yang ditentukan.

Dikonfirmasi mengenai rekomendasi dari Komisi A DPRD, Kepala BLH Rembang Purwadi Samsi mengaku masih dalam tugas dinas di luar kota.

“Saya baru tiba kembali di Rembang pada Selasa (31/3/2015) depan. Tapi akan menindaklanjuti rekomendasi dari DPRD,” katanya.

Purwadi juga mengaku sempat dikeluhi warga Nyikaran via SMS soal operasional pabrik yang di luar ketentuan.

“Pelanggaran jam operasi pabrik hingga malam hari menyalahi komitmen perusahaan, sehingga wajib diperingatkan,” tegasnya.

Kepala Dusun Nyikaran Haryanto mengaku sudah menyampaikan surat resmi berisi pengaduan warga.

“Intinya soal operasi pabrik beton hingga malam atau rata-rata hingga lebih dari pukul 21.00 WIB. Surat itu kami kirimkan ke DPRD Rembang,” ujarnya.

Selain surat resmi, dia mengakui mengirimkan SMS mengenai pelanggaran tersebut ke beberapa pihak, terutama Komisi A DPRD dan BLH Rembang.

Dia mengaku sempat bertanya kepada pihak pabrik soal alasan mereka beroperasi hingga malam. Jawabannya untuk memenuhi target order pengiriman beton.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan