Dijamin DPRD, PKL Alun-alun Rembang Sementara Lega

Selasa, 27 Januari 2015 | 18:45 WIB
Audiensi para pedagang kaki lima dengan Komisi A DPRD Rembang, Selasa (27/1/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

Audiensi para pedagang kaki lima dengan Komisi A DPRD Rembang, Selasa (27/1/2015) pagi. (Foto: Pujianto)

 
REMBANG, mataairradio.com – Komisi A DPRD Rembang menjamin para pedagang kaki lima yang belum tertampung di selter tetap bisa berjualan untuk sementara waktu di tempat semula.

Jaminan ini berlaku hingga digelarnya pertemuan yang melibatkan semua pihak dari unsur Pemkab Rembang.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Rembang Sukarmain mengungkapkan penjaminan itu, saat sekitar 30 orang PKL yang biasa berjualan di sekeliling alun-alun, mendatangi Gedung DPRD, Selasa (27/1/2015) pagi.

DPRD beralasan, perlu ada pertemuan yang melibatkan Satpol PP dan Dinas Pekerjaan Umum, untuk menyelesaikan polemik PKL yang belum mendapat selter, namun diminta pindah secara paksa.

“Sebelum ada pertemuan dan menghasilkan keputusan yang mengikat, PKL bisa tetap berjualan. Komisi A jaminannya,” ungkap Sukarmain.

Perwakilan PKL Alun-alun Rembang Slamet meminta DPRD dan Pemkab agar bijak dalam menangani pedagang kaki lima yang belum kebagian selter dan kini ditundung paksa dengan alasan demi ketertiban.

“Selter yang kini tersedia, tidak mampu menampung pedagang yang selama ini berjualan di kawasan alun-alun,” tandasnya.

Pihaknya mengklaim saat ini ada 50 pedagang kuliner dan 17 pedagang jasa mainan anak-anak yang tidak jelas nasibnya di alun-alun.

“Umumnya, mereka pedagang kawakan,” katanya.

Para pedagang ini sebenarnya berharap agar tetap bisa diperbolehkan berjualan sampai dengan selter yang baru nanti, selesai dibuat.

“Jika pun tetap dipaksa pindah, kami berharap solusi terbaik dari Pemkab,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Rembang Hamzah Fatoni meminta para pedagang untuk menempati selter yang tersedia. Tiga titik selter yang telah ada, belum semua ditempati.

“Masih ada ruang selter yang dibiarkan kosong,” katanya.

Memang, Pemkab menganggarkan Rp800 juta untuk penataan alun-alun, salah satunya untuk pembangunan tambahan selter baru.

Namun dia menegaskan, para pedagang, terutama yang berjualan di sisi utara alun-alun, tetap harus pindah.

“Lokasi yang kini masih ditempati itu, akan difungsikan sebagai parkiran,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan