DPRD Pertanyakan Progres BUMD Migas

Rabu, 18 April 2018 | 16:59 WIB

PT Rembang Migas Energi

 

REMBANG, mataairradio.com – Komisi B DPRD Kabupaten Rembang pertanyakan progres PT Rembang Migas Energi (RME). Pasalnya, salah satu BUMD di Rembang ini belum terlihat perkembangannya sejak didirikan akhir tahun 2017 lalu.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Rembang Ali Ircham mengaku hanya tahu bahwa penyertaan modal untuk PT RME hanya dipakai untuk kebutuhan administratif dan lobi-lobi seperti dengan Pertamina.

“Seharusnya dengan kurun waktu setengah tahun sejak berdiri, PT RME sudah menunjukkan progres yang signifikan. Terlebih di Rembang ada potensi gas cukup besar yang sedang dilirik oleh Pertamina,” katanya kepada mataairradio.com, Rabu (18/4/2018).

Komisi B berencana memanggil direksi PT RME untuk dimintai keterangan terkait progres perusahaan. Pemanggilan kemungkinan dilakukan pada 25 April nanti karena dalam waktu dekat DPRD akan melakukan kunjungan kerja di Bali.

Ali juga mengkritisi tenaga yang sekiranya tidak diperlukan di PT RME, semestinya dipangkas sehingga tidak mengesankan pemborosan anggaran.

Meski mengkritisi progres BUMD ini, Komisi B menyatakan mendukung kelangsungan PT RME, termasuk bila harus ada lagi penyertaan modal.

Pada kesempatan terpisah, Direktur PT Rembang Migas Energi (RME) Zainul Arifin menolak anggapan bahwa perusahaannya tidak ada progres.

Menurutnya, hingga Rabu (18/4/2018), pihaknya telah menggerakkan bisnis distribusi BBM industri. Saat ini pun, PT RME sedang menunggu persetujuan dari Kementerian ESDM terkait gass processing plant di Krikilan, Sumber.

“Soal penggunaan penyertaan modal yang Rp999 juta, kami menggunakannya untuk operasional kantor, biaya operasional, dan gaji karyawan selama setahun,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohammad SIroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan